• Home
  • Headline
  • Hukum & Peristiwa
  • Kalteng
    • PEMPROV KALTENG
    • PEMKO PALANGKARAYA
    • PEMKAB KOTIM
    • PEMKAB KAPUAS
    • PEMKAB BARUT
    • PEMKAB KOBAR
    • PEMKAB GUNUNG MAS
    • PEMKAB KATINGAN
    • PEMKAB PULANG PISAU
    • PEMKAB BARSEL
    • PEMKAB BARTIM
    • PEMKAB MURUNG RAYA
    • PEMKAB LAMANDAU
    • PEMKAB SERUYAN
    • PEMKAB SUKAMARA
  • Legislatif
    • DPRD PROVINSI KALTENG
    • DPRD KOTA PALANGKA RAYA
    • DPRD KOTIM
    • DPRD KAPUAS
    • DPRD BARUT
    • DPRD KOBAR
    • DPRD GUNUNG MAS
    • DPRD KATINGAN
    • DPRD PULANG PISAU
    • DPRD BARSEL
    • DPRD BARTIM
    • DPRD MURA
    • DPRD SERUYAN
    • DPRD LAMANDAU
    • DPRD SUKAMARA
  • Regional
    • KALSEL
    • KALBAR
    • KALTIM
    • KALTARA
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lain-lain
    • OPINI
    • BUDAYA
    • KESEHATAN
    • RELIGI
    • Iklan
Senin, Mei 11, 2026
  • Home
  • Headline
  • Hukum & Peristiwa
  • Kalteng
    • PEMPROV KALTENG
    • PEMKO PALANGKARAYA
    • PEMKAB KOTIM
    • PEMKAB KAPUAS
    • PEMKAB BARUT
    • PEMKAB KOBAR
    • PEMKAB GUNUNG MAS
    • PEMKAB KATINGAN
    • PEMKAB PULANG PISAU
    • PEMKAB BARSEL
    • PEMKAB BARTIM
    • PEMKAB MURUNG RAYA
    • PEMKAB LAMANDAU
    • PEMKAB SERUYAN
    • PEMKAB SUKAMARA
  • Legislatif
    • DPRD PROVINSI KALTENG
    • DPRD KOTA PALANGKA RAYA
    • DPRD KOTIM
    • DPRD KAPUAS
    • DPRD BARUT
    • DPRD KOBAR
    • DPRD GUNUNG MAS
    • DPRD KATINGAN
    • DPRD PULANG PISAU
    • DPRD BARSEL
    • DPRD BARTIM
    • DPRD MURA
    • DPRD SERUYAN
    • DPRD LAMANDAU
    • DPRD SUKAMARA
  • Regional
    • KALSEL
    • KALBAR
    • KALTIM
    • KALTARA
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lain-lain
    • OPINI
    • BUDAYA
    • KESEHATAN
    • RELIGI
    • Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Hukum & Peristiwa
  • Kalteng
    • PEMPROV KALTENG
    • PEMKO PALANGKARAYA
    • PEMKAB KOTIM
    • PEMKAB KAPUAS
    • PEMKAB BARUT
    • PEMKAB KOBAR
    • PEMKAB GUNUNG MAS
    • PEMKAB KATINGAN
    • PEMKAB PULANG PISAU
    • PEMKAB BARSEL
    • PEMKAB BARTIM
    • PEMKAB MURUNG RAYA
    • PEMKAB LAMANDAU
    • PEMKAB SERUYAN
    • PEMKAB SUKAMARA
  • Legislatif
    • DPRD PROVINSI KALTENG
    • DPRD KOTA PALANGKA RAYA
    • DPRD KOTIM
    • DPRD KAPUAS
    • DPRD BARUT
    • DPRD KOBAR
    • DPRD GUNUNG MAS
    • DPRD KATINGAN
    • DPRD PULANG PISAU
    • DPRD BARSEL
    • DPRD BARTIM
    • DPRD MURA
    • DPRD SERUYAN
    • DPRD LAMANDAU
    • DPRD SUKAMARA
  • Regional
    • KALSEL
    • KALBAR
    • KALTIM
    • KALTARA
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lain-lain
    • OPINI
    • BUDAYA
    • KESEHATAN
    • RELIGI
    • Iklan
No Result
View All Result
Borneo Daily - News Online Kalimantan
No Result
View All Result
Home Lain-lain BUDAYA

Proses Kreatif Menulis Puisi Pada Era Sastra Multimedia

Oleh : Pulo Lasman Simanjuntak

15 Agustus 2023
in BUDAYA, OPINI
0
Proses Kreatif Menulis Puisi Pada Era Sastra Multimedia

Penyair dan Sastrawan dari Kota Jakarta Pulo Lasman Simanjuntak sedang membacakan sajak karya sendiri berjudul KALAH ATAU MENANG pada acara pesta seni SASTRA REBOAN di Aula Pusat Dokumentasi Sastra HB.Jassin, Gedung Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) baru-baru ini. (Foto : Dokumentasi)

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika sedang ‘rehat’ disela-sela acara Hari Puisi Indonesia (HPI) ke-10 pada Selasa sore (26/7/2022), persisnya di pelataran depan Gedung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Saya sempat ajak “diskusi pendek” dengan para penyair yang tertua Omni Koesnadi, Nanang Ribut Supriyatin, Soekardi Wahyudi, Sapto Wardoyo, Kasdi Kelanis, Isson Khairul dan penyair muda berbakat dari Tasikmalaya Sahaya Santayana.

BeritaTerkait

PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELIGENT AI DALAM SISTEM ADMINISTRASI PERKANTORAN

DARI PUSAT KE PINGGIRAN: DESENTRALISASI FISKAL, HARAPAN ATAU RESEP BENCANA?

DESENTRALISASI FISKAL DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK

Kebijakan Fiskal untuk Pembangunan Keberlanjutan dan Inklusif: Kebijakan untuk Kelestarian Alam dan Kesejahteraan Masyarakat

Mereka ada yang cerita sempat bertahun-tahun meninggalkan dunia sastra (baca: puisi !) terutama karena kesibukan bekerja baik di pemerintahan maupun di sektor wiraswasta.

Lalu balik lagi menulis puisi khususnya pada saat waktu ‘lowong’ karena pandemi covid yang berkepanjangan.

Namun, beberapa penyair rata-rata yang saya temui mengaku pernah (bahkan ada 10 tahun sampai 20 tahun lebih tak.menulis puisi) karena kesibukan bekerja dan mengurus keluarga.

Bagaimana dengan saya sendiri-yang sampai sekarang masih bekerja sebagai wartawan-apakah pernah tak menulis atau stagnasi dalam menulis karya.sastra khususnya puisi dan sajak ?

Kepada rekan Penyair Nanang R Supriyatin saya katakan-bersyukur kepada Tuhan diberikan kesehatan-dalam kurun waktu sejak tahun 1980-an sampai tahun 2022 ini rasanya saya “tak pernah putus” dalam proses kreatif menulis puisi.Dua tahun ini saya bikin doktrinal : MENULIS PUISI MEMANG TAK PERNAH MATI.

“Seorang penyair harus berkarya setiap hari, Pak. Penyair diidentikkan dengan karya puisinya yang tak putus-putus sampai kita turun ke dunia orang mati,” kata saya kepada Penyair dan Sastrawan senior Sugiono Mpp melalui laman facebook-nya.

KEMATIAN IBUNDA

Bagaimana proses kreatif menulis puisi yang saya lakukan pertama kali.Saat masih duduk di bangku SMP kelas II bln Juli tahun 1977 untuk pertama kalinya puisi saya berjudul IBUNDA dimuat di Harian Umum KOMPAS pada rubrik sanjak anak-anak.Bagaimana saya tahu bahwa puisi saya dimuat di Harian Umum KOMPAS ?

“Lasman, di kantor kepala sekolah ada kiriman wesel untuk kamu.Coba ambil sana,” kata guru bahasa Indonesia saat saya sekolah di SMPN 85 di Jln.Wijaya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Bukan main senangnya saya mengetahui puisi saya dimuat di ruang sanjak anak-anak Harian Umum KOMPAS dengan honor (saat itu) Rp 750,- (tujuh ratus lima puluh rupiah).Sampai hari ini kliping koran tersebut masih saya simpan dengan baik di perpustakaan pribadi.

Kematian ibunda tercinta-karena penyakit kanker ganas- saat saya masih duduk di bangku SMP kelas 2- telah mengiinspirasi dan memotivasi saya untuk terus bersemangat menulis puisi.

Sungguh, sedih berkepanjangan, jadi pendiam, dan stress karena kematian ibunda tercinta. Selain lahir sajak IBUNDA (1977) pada tahun 2021 saya masih menulis puisi berjudul IBUNDA MATI MUDA.

PENYAIR DARI KAMPUS STP

Saat saya kuliah di Sekolah Tinggi Publisistik (STP/IISIP) di Gedung Kanisius Menteng Raya dan Lenteng Agung (angkatan 1981-red) mulailah saya “berkenalan” dengan sejumlah penyair kampus seperti Arief Joko Wicaksono, Isson Khairul , Humam S. Chudori , Harianto Gede Panembahan, dan masih banyak lagi.

Saat bekerja sebagai reporter Majalah Remaja “Monalisa” saya bersama Penyair Wahyu Wibowo, Naning Pranoto, dan Nadjib Kartapati Z sempat membuka rubrik puisi.Hanya sayang.majalah ini tak bertahan lama.Bangkrut !

Dan, saat menjadi wartawan Harian Umum “Sinar Pagi” (1986-1996) dan wartawan Harian Umum “Mandala” ( 1996- 1999 pada perwakilan di Jakarta) saya tetap terus menulis puisi (manuskrip) dan masih sempat beberapakali puisi saya dimuat di Harian Umum “Jayakarta”.

Sayang, banyak kliping karya puisi saya “hilang” ditelan air banjir Kali Krukut (anak Kali Ciliwung) di kawasan Jln.Rengas Kebayoran Baru dan Jln.Antena 6 Radio Dalam Jakarta Selatan.

BUKU ANTOLOGI PUISI TUNGGAL

Pada bulan Juli tahun 1997 buku antologi puisi saya TRAUMATIK (yang pertama) diterbitkan oleh penerbit CV.Gita Kara dengan editor Penyair Ayid Suyitno PS dengan juga ‘berkonsultasi’ bersama Penyair Nanang Ribut Supriyatin.

Kemudian pada tahun yang sama terbit buku antologi.puisi tunggal ke-2 berjudul KALAH ATAU.MENANG yang diterbitkan oleh SASTRA KITA JAKARTA.

Disusul penerbitan buku antologi puisi tunggal BERCUMBU DENGAN HUJAN (2021-penerbit The First On-Publisher in Indonesia).

Selanjutnya buku antologi puisi tunggal MATA ELANG MENABRAK KARANG (2021-penerbit Cakrawala Satria Mandiri). Lalu TIDUR DI RANJANG PETIR (2021-diterbitkan oleh CV.Megalitera).Serta RUMAH TERBELAH DUA (2021, penerbit CV.Poiesis Indonesia).

“Puji Tuhan, empat buku antologi puisi saya sepanjang tahun 2021 lalu diterbitkan oleh penerbit swasta.Prosesnya dimulai saya menawarkan naskah puisi, berikut disertakan biodata, foto, kata pengantar, dan sinopsis kepada penerbit.Setelah melalui proses kurasi.yang ketat dan butuh waktu sekian bulan, pada akhirnya karya puisi saya diterbitkan secara GRATIS dengan sistem royalti.Paling saya diwajibkan untuk membeli buku hanya 10 ekslemplaar untuk nomor bukti dan untuk relasi.Jadi, saat ini untuk penerbitan buku antologi puisi tunggal ada melalui jalur mandiri (biaya sendiri) dan melalui jalur diterbitkan secara GRATIS,” kata saya ketika Penyair Omni Koesnadi bertanya kepada saya mengenai proses penerbitan buku antologi puisi tunggal saya saat rehat perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) ke-10 di depan pelataran Teater Kecil TIM Jakarta, Selasa sore (26/7/2022).

Pada hari ini (Jumat, 29 Juli 2022)-mohon doa restunya-saya tengah mempersiapkan penerbitan buku antologi puisi tunggal ke-8 berjudul BILA SUNYIKU IKUT TERLUKA.Puji Tuhan, sudah ada beberapa penerbit yang bersedia menerbitkan buku antologi puisi tunggal ini.

Sementara untuk buku antologi puisi bersama para penyair seluruh Indonesia, karya puisi saya ada termuat di 15 buku antologi puisi bersama.Hari ini saya sedang menunggu kedatangan buku antologi komunitas HB.Jassin 2021-2022 ANGKATAN MILENIAL untuk mengenang Sang Pujangga HB.Jassin yang diterbitkan oleh Dapur Sastra Jakarta (sudah dua tahun ini saya masuk anggota Dapur Sastra Jakarta-red).

Sebanyak 7 buku antologi puisi tunggal saya oleh penerbit telah diserahkan ke Perpustakaan Nasional di Jln.Salemba Raya Jakarta Pusat serta Pusat Dokumentasi Sastra (PDS-HB.Jassin). Saat pandemi covid dan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), saya minta bantuan (via telepon) kepada rekan Penyair Ritawati Jassin .

Sekedar tambahan memasuki era tahun 2000-an hampir kurang lebih 14 tahun (saat itu saya bekerja sebagai Redaktur Pelaksana Suratkabar Dialog-Jakarta) karya puisi saya (lebih banyak merupakan karya puisi rohani gereja) dimuat di Majalah “Mahkota” milik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Konferens Jakarta .
Karya puisi rohani ini sudah diterbitkan dalam buku antologi puisi saya yang ketiga diberi judul “Taman Getsemani” penerbitnya adalah Komunitas Sastra Pamulang (KSP-2016).

Sungguh suatu yang menggembirakan pada Juli tahun 2012 hampir setengah halaman koran di HU.Seputar Indonesia (SINDO) edisi minggu memuat beberapa karya puisi saya.

ERA SASTRA MULTIMEDIA

Sejak tiga tahun terakhir ini dalam proses kreatif menulis puisi saya mulai “merambah” ke sastra multimedia, dan rajin mempublish karya-karya puisi melalui media sosial (medsos) dan media online.

Seperti kelakar Penyair Kasdi Kelanis dari Sragen bahwa kita ini “penyair facebook”.Betul.Saya ini masuk kategori “penyair facebook’ era pandemi.covid-19 seperti diakui sendiri oleh Penyair Senior Sugiono Mpp yang belakangan ini rajin kritisi dan menulis tentang karya-karya puisi saya di media digital.

Sepanjang era sastra multi media ini Penyair Nanang Supriyatin, Ayid Suyitno PS, dan Humam S Chudori pernah menulis dan membahas karya-karya puisi saya yang termuat dalam buku antologi puisi tunggal.

Bahkan belum lama ini Mas Bagyo (redaktur, penyair, dam cerpenis) menulis dan membahas karya puisi saya yang dimuat Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA.

Saya bersyukur punya akun facebook (#lasman simanjuntak dan #BRO), instagram (#lasmansimanjuntak) serta akun youtube (#beritaraya tv dan #lasman tv yang subbcriber nyaris tembus 900, masih sedikit memang).Dan, saya juga ikut bergabung serta menjadi member sejumlah komunitas dan masyarakat sastra pada laman facebook.

Selain itu (untuk dokumentasi ke link google) saya juga rajin mempublikasikan karya puisi melalui rubrik sastra website beritarayaonline.co.id dan myberitaraya.blogspot.com.

Semoga Tuhan memberikan kesehatan kepada saya untuk terus menulis puisi, ditengah kesibukan bekerja sebagai wartawan dan juga seorang rohaniawan.

Puji Tuhan, pada puncak perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) ke-11 yang berlangsung di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM) , Jakarta, Rabu (26 Juli 2023)-dalam keadaan kondisi sehat wal’afiat saya bisa bertemu lagi dengan rekan Penyair Nanang R Supriyatin, Sapto Wardoyo, Herman Syahara, Romy Sastra, Kurnia Effendi, Mas Edo, Omni Koesnadi, Wahyu Toveng, dan sejumlah Penyair Perempuan Indonesia (PPI).

Di bawah ini saya turunkan sejumlah puisi terbaru.

Sajak-Sajak
Pulo Lasman Simanjuntak

MENULIS SAJAK DENGAN AIR LUMPUR

menulis sajak dengan air lumpur
tubuhku harus turun perlahan
ke kaki-kaki bumi

jaraknya dibatasi ribuan paralon
kadang tak puasa seharian
menelan perkakas biji besi

sampai bersekutu
dengan kegelisahan
tak mandi matahari

nyaris tiga tahun
aku buas memperkosa
apa saja binatang liar
yang menyusup dalam air tanah

menulis sajak dengan air lumpur
tak kunjung selesai
sampai bait ketiga

lalu kutebar kemarau
di area persawahan yang berkabut
baunya sangat membusuk

racunnya tiba-tiba membentuk
sebuah ritual yang menyebalkan
sehingga kulitku gatal dan keruh
membabi buta siang dan malam

Jakarta, Agustus 2023

PRIA TANPA KELAMIN

pria tanpa kelamin
rajin menyapa
hujan sorehari
sambil tertidur pulas
menjelma jadi hewan pemalas

dari atas ranjang tembaga
ditularkan ribuan kuman
tumbuh subur
dalam akar panas bumi
perlahan dimatikan
angan-angan terjebak di atas dahan

setiap pergi pagi buta
ingin menembus belantara kota jakarta
hari-hari selanjutnya
makin mengerikan

paru-parunya kini terinfeksi
bakteri takut dewa matahari
bahkan hatinya
hanya mengalahkan dua kali
semakin gelap
ingin pergi ke planet
dunia orang mati

pria tanpa kelamin
memiliki sepotong ginjal
yang telah membuat bengkak
seluruh rumah suci
tempat orang berdoa
mengumpulkan dosa
masa lalu paling menyakitkan

pria tanpa kelamin
pingsan sejenak
lalu bangun lagi
tabur mawar
di tempat tidur penyakit menular
benar-benar liar

apakah masih ada harapan
karena kemelaratan
berlanjut untuk waktu yang lama

Jakarta, Agustus 2023

RUMAH SAKIT BERTINGKAT

dari muka tulisan suci
tubuhnya terus membengkak
berubah menjadi bangunan
rumah sakit bertingkat

lalu menatap langit sepanjang hari
yang menelan
kuman diagnosis penyakit
menyebarkan
kesepian berdahak
dari perawan yang tidak memiliki sperma berkepanjangab

jam berapa sekarang, tanyanya
bau infus telah menyebar
ke kuburan basah
air mata merah
kemarahan
telah menyebarkan kebohongan

“Jika kematianku datang, biarlah dibungkus dengan kain kafan tua, karena peti mati itu terlalu mahal untuk dijual di bawah bumi tak berpenghuni,” pesanmu

lalu sebelum pulang
telah melewati ranjang kematian ini
tepat di bawah perutmu yang berlubang
disuntikkan ke dalam terowongan berair
tembus ke liang lahat
memang mengerikan!

Jakarta, Agustus 2023

KHOTBAH

khotbah selama berabad-abad
sudah dipanggil
di atas mimbar tradisional
sampai ditelan dengan rakus
kelaparan media digital

kami ingin berjalan pasti
menerobos langit merah ketiga
meskipun setiap jam berdentang
mengalahkan keras
kita tersesat
di pemukiman liar

tidak bisa menyanyi lagi
sekitar lima ribu orang makan roti komuni
ikan terbang
benua orang-orang yang kesepian

haruskah kita bermain sandiwara?
seluruh pesan surga
disampaikan berulang kali
di layar zoom
menyajikan segelas jeruk
di perut bumi

sementara fashion kita benar-benar beku
terpukul keras oleh bulan
di bawah jembatan mobil terapung
trotoar jalan Kemerangan
air toilet

aku tidak bisa lagi melanjutkan khotbah ini
karena harus bergegas
kembali ke rahim bumi
dengan tangan berkerudung
di sembilan mata angin
berjualan sangat membosankan

Jakarta, Agustus 2023

GENOSIDA

di galeri seni kuno
terbagi menjadi empat penjuru kota
protes sejak pandemi merebak

masih ada sejumlah file puisi yang terluka
dibagikan di meja pengadilan rakyat
entah sampai kapan bisa dinyanyikan
menjadi kemenangan

penyair masih terkunci di dalam sangkar
bangunan cagar budaya juga dibakar
akan menjadi taman impian lautan yang lapar
hanya karya seni yang diciptakan saja
untuk mendapatkan keuntungan dari para kapitalis yang ganas

sekarang mereka masih ketakutan
harus membayar tiket pertunjukan
dipanggil di tempat parkir
orang-orang yang lewat tidak peduli
bahkan suara petasan pun terdengar
di panggung tari tradisi panjang

rumah budaya siapa ini, tanya seorang teman penyair yang baik
dia rajin tidur di tenda kematian
menatap bintang dan langit kehidupan dari layar kekeringan
hampir seperti tornado
membawanya terbang tinggi
ke negara-negara palsu

aku hanya diam
memunculkan sejumlah pertanyaan abadi
bahwa aku harus memberitahu
di atas cawan penderitaan yang mencair
lapar akan kata juga
meniup harta karun

Jakarta, Agustus 2023

METAFORA TUBUH

perjalanan ini kembali lumpuh !
padahal sudah diselimuti
tiang awan dan tiang api

bersinarlah matahari
ritual tanah pagihari
menusuk cahayanya
pada perut dan kaki
lapar kembali lagi

“lihatlah jantung kirinya makin membengkak seperti dia menjelma jadi binatang melata yang malas untuk tidur di kandang margasatwa,” kata anakku yang rajin menyebar ratusan paku tajam dari pulau-pulau terluar

seperti sadrakh,mesakh dan abednego
dalam ancaman dapur api
maka perjalanan ini
harus terus dibangun dengan kesetiaan bertubi-tubi

sampai tembus langit ketiga
sampai pintu kasihan ditutup kabut
turun ke dunia orang mati
ditimbun batu-batu roh

Jakarta, Senin 7 Agustus 2023

TELEPON BENCANA

telepon bencana saya terima malam tadi usai kelelahan sterika listrik sampai halus berita-berita korupsi dan lagu partai politik baru dengan janji seperti suara anjing rabies yang sedang viral di media sosial

telepon bencana lalu berpesan untuk segera berangkat tepat pukul sepuluh malam naik transportasi kereta api cepat massal untuk menuju ke sebuah pegunungan es yang sedang pameran proyek konstruksi dengan meminjam dana talangan dari bank-bank di luar angkasa alam semesta

telepon bencana membuat saya marah, kesal dan nyaris bipolar karena esok hari saya harus mendendangkan lagu puisi sejarah masa lalu di sebuah gedung kesenian rakyat yang dibangun dengan setengah tubuh cacat dan nyaris lumpuh

telepon bencana pada akhirnya harus saya tutup dengan sel-sel otak besar dan kecil pecah berhamburan di dinding rumah dengan tiga musibah tertulis dalam puisi tempohari

telepon bencana tetap saja membuat saya bisa nyenyak tidur walaupun rekening bank telah diblokir dan angka statistik jumlah kemiskinan serta pengangguran di negeri ini terus terbang ke cakrawala sampai mencapai angka seribuan warga negara yang pindah kewarganegaraan
bagi kemiskinan dengan cuaca yang makin ekstrim

Jakarta, Selasa 11 Juli 2023

PERJALANAN PENYAIR

perjalanan penyair
ternyata tak kunjung selesai
ribuan kilometer sudah ditempuh
menembus ruang dan waktu
nyaris berbatu-batu

kadang tanpa nyala api
dan tanpa tiang matahari
mengangkut sekeranjang persungutan abadi
disantap buah kelaparan
disebar di tikungan jalan sangat tajam

perjalanan penyair
sering dipermalukan
berulang-ulang jatuh
minta sesuap makan ikan
dengan saudara tak kembar
seperti peristiwa tadi malam
seekor bulan purnama bertanya lagi
bagaimana mengeja masa depan
ada menjelma roh ketakutan
entah sampai kapan
semua berakhir di kuburan

Jakarta, Selasa, 18 Juli 2023

UTANG DALAM RAHIM IBU

utang dalam rahim ibu
lahirkan bayi-bayi kembar
kurang gizi dan nutrisi

padahal harus ditebus
dengan angka lima digit
bila dikalkulasi menjadi
ribuan triliun rupiah

terkurung dalam sangkar besi
maka terlihatlah dari sini
wajah pucat pasi
menunggu kepastian
pelunasan bunga berduri
sampai dinihari tadi

para pakar hukum filsafat berpesan berulangkali,
janin bayi harus segera ditanam lagi

haramkan perkawinan dini
karena harus bertempur
di sumur-sumur subur
bangsa tirai bambu ikut menabur

koruptor dan pengali
tanah kubur
membanting harga sandang dan pangan
saling berkejaran di bursa saham

orang-orang pinggiran
mati menggelepar
ditusuk pisau kelaparan

aneh,
sajakku ikut terkapar !

Jakarta, Kamis 6 Juli 2023

PENYAIR BERMATA BATU

penyair bermata batu
memasuki usia suntuk
seharian menyalin meditasi
agar ada sajak-sajak suci
mengalir dari mataair sungai kehidupan anak domba yang disembelih

tanpa tulisan dan suara sunyi terus berbisik
berguguran tubuh matahari
supaya jangan ada lagi amarah meledak
yang bau busuknya
menyusup dalam perutmu yang kian mengecil
tetapi aku suka berkelamin

penyair bermata batu
ikut kecewa
bahkan anaknya yang senang berhala
tak lagi pandai berucap sedap
ia terjebak di pulau-pulau terluar
sambil terus berdansa
menghisap tidurnya
yang bermalam di padang kelam

penyair bermata batu lalu melarikan sajaknya ke gedung kesenian rakyat
di sini ia bertemu para pujangga yang punya lidah
tajam
seperti pisau cukur tua
mereka lalu bertukar wajah
dengan presiden penyair
tak lagi mabuk anggur
yang dipetik dari ribuan bintang sampai langit ketiga

aku sendiri mau menyendiri
tak sanggup menatap penyair bermata batu
keluh kesahnya semakin terluka memerah
dalam sajaknya yang kelaparan ini

Jakarta, Selasa, 27 Juni 2023

Sebelum menutup tulisan opini ini ada satu komentar yang disampaikan oleh Penyair Anto Narasoma , Senin 17 Juli 2023 (dari Palembang, Sumatera Selatan-red) terhadap beberapa karya puisi Penyair Pulo Lasman Simanjuntak.

“Wah, secara estetik, puisimu begitu kuat Bang Pulo Lasman Simanjuntak.”

“Secara semiotik, pemaparan nilai di dalamnya begitu matang. ”

“Iya. Itulah kandungan jiwa yang sarat estetika sastra. Apabila melihat fokus ide yang ditangkap, ia akan menjadi karya yang bernas dan kaya estetik.”

(**/penulis adalah penyair, sastrawan, dan wartawan bermukim di Pamulang, Jakarta.Kontak Person 08561827332-WA)

Related Posts

PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELIGENT AI DALAM SISTEM ADMINISTRASI PERKANTORAN
OPINI

PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELIGENT AI DALAM SISTEM ADMINISTRASI PERKANTORAN

8 Mei 2026
OPINI

DARI PUSAT KE PINGGIRAN: DESENTRALISASI FISKAL, HARAPAN ATAU RESEP BENCANA?

7 Mei 2026
OPINI

DESENTRALISASI FISKAL DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK

7 Mei 2026
OPINI

Kebijakan Fiskal untuk Pembangunan Keberlanjutan dan Inklusif: Kebijakan untuk Kelestarian Alam dan Kesejahteraan Masyarakat

18 November 2025
Next Post
Wagub Edy Pratowo Anjangsana ke LKSA Darissalam Palangka Raya

Wagub Edy Pratowo Anjangsana ke LKSA Darissalam Palangka Raya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tebas Menantu dengan Parang Hanya Gara-gara Terganggu Suara Musik

Tebas Menantu dengan Parang Hanya Gara-gara Terganggu Suara Musik

11 Januari 2021
Ibu Temukan Anaknya Gantung Diri di WC

Ibu Temukan Anaknya Gantung Diri di WC

15 Oktober 2021
Begini Keterangan Kapolresta Penyebab Kematian Yongki

Begini Keterangan Kapolresta Penyebab Kematian Yongki

1 Januari 2021
Yongki Asto Prayogi Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia

Yongki Asto Prayogi Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia

1 Januari 2021
‘Raja dan Ratu Sabu Puntun’ Berakhir di Dalam Penjara

‘Raja dan Ratu Sabu Puntun’ Berakhir di Dalam Penjara

3
Beredar Akun Palsu Whatsapp Kadisminfosantik Prov. Kalteng Agus Siswadi di Medsos  

Beredar Akun Palsu Whatsapp Kadisminfosantik Prov. Kalteng Agus Siswadi di Medsos  

2
Pemdes Muara Untu Bangun Jalan Melalui Dana Desa (DD) Tahap-III Tahun 2020

Pemdes Muara Untu Bangun Jalan Melalui Dana Desa (DD) Tahap-III Tahun 2020

1
Gara-gara Sering Nonton Film Porno, Kakek Tiri Garap 2 Cucunya   

Gara-gara Sering Nonton Film Porno, Kakek Tiri Garap 2 Cucunya  

1
Pj Sekda Kalteng Sambut Kedatangan Sekretaris Duta Besar Vatikan

Pj Sekda Kalteng Sambut Kedatangan Sekretaris Duta Besar Vatikan

9 Mei 2026
Seleksi Paskibraka Kalteng 2026 Ditutup, 56 Peserta Lolos Tahap Provinsi

Seleksi Paskibraka Kalteng 2026 Ditutup, 56 Peserta Lolos Tahap Provinsi

8 Mei 2026
Pelantikan Pengprov PERGATSI Kalteng 2026–2030, Gubernur Dorong Cetak Atlet Berprestasi

Pelantikan Pengprov PERGATSI Kalteng 2026–2030, Gubernur Dorong Cetak Atlet Berprestasi

8 Mei 2026
Gubernur Dorong Lahirnya Atlet Gateball Berprestasi

Gubernur Dorong Lahirnya Atlet Gateball Berprestasi

8 Mei 2026

Berita Terbaru

Pj Sekda Kalteng Sambut Kedatangan Sekretaris Duta Besar Vatikan

Pj Sekda Kalteng Sambut Kedatangan Sekretaris Duta Besar Vatikan

9 Mei 2026
Seleksi Paskibraka Kalteng 2026 Ditutup, 56 Peserta Lolos Tahap Provinsi

Seleksi Paskibraka Kalteng 2026 Ditutup, 56 Peserta Lolos Tahap Provinsi

8 Mei 2026
Pelantikan Pengprov PERGATSI Kalteng 2026–2030, Gubernur Dorong Cetak Atlet Berprestasi

Pelantikan Pengprov PERGATSI Kalteng 2026–2030, Gubernur Dorong Cetak Atlet Berprestasi

8 Mei 2026
Gubernur Dorong Lahirnya Atlet Gateball Berprestasi

Gubernur Dorong Lahirnya Atlet Gateball Berprestasi

8 Mei 2026
www.borneodaily.co.id

Borneodaily.co.id merupakan portal media terpercaya news online Kalimantan.

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Alamat Redaksi
  • Kebijakan Privasi

Kategori

  • BUDAYA (8)
  • Buntok (151)
  • DPRD BARUT (279)
  • DPRD KAPUAS (93)
  • DPRD KOTA PALANGKA RAYA (105)
  • DPRD MURA (62)
  • DPRD PROVINSI KALTENG (220)
  • DPRD SERUYAN (135)
  • Ekonomi (86)
  • Headline (1,856)
  • Hukum & Peristiwa (3,482)
  • Iklan (1)
  • KALBAR (6)
  • KALSEL (114)
  • Kalteng (4,311)
  • KALTIM (7)
  • Kasongan (2)
  • Kasongan (17)
  • KESEHATAN (51)
  • Kuala Kapuas (84)
  • KUALA KURUN (35)
  • KUALA PEMBUANG (1,939)
  • Lain-lain (5)
  • Legislatif (47)
  • Metro Palangka Raya (933)
  • Metro Sampit (75)
  • Muara Teweh (11)
  • Nanga Bulik (7)
  • Nasional (338)
  • OPINI (24)
  • Pangkalan Bun (9)
  • Pangkalan Bun (18)
  • PEMKAB BARSEL (550)
  • PEMKAB BARTIM (7)
  • PEMKAB BARUT (336)
  • PEMKAB GUNUNG MAS (13)
  • PEMKAB KAPUAS (32)
  • PEMKAB KATINGAN (15)
  • PEMKAB KOBAR (11)
  • PEMKAB KOTIM (30)
  • PEMKAB LAMANDAU (19)
  • PEMKAB MURUNG RAYA (323)
  • PEMKAB PULANG PISAU (14)
  • PEMKAB SERUYAN (224)
  • PEMKAB SUKAMARA (3)
  • PEMKO PALANGKARAYA (469)
  • PEMPROV KALTENG (3,293)
  • Politik (41)
  • Pulang Pisau (13)
  • Puruk Cahu (66)
  • Regional (22)
  • RELIGI (12)
  • Sport (94)
  • Sumatera (8)
  • Sumatra (274)
  • Sumatra Utara (4)
  • Uncategorized (191)
1060962
Users Today : 470
Users Yesterday : 1182
This Month : 12092
This Year : 178951
Total Users : 1060962
Views Today : 954
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Hukum & Peristiwa
  • Kalteng
    • PEMPROV KALTENG
    • PEMKO PALANGKARAYA
    • PEMKAB KOTIM
    • PEMKAB KAPUAS
    • PEMKAB BARUT
    • PEMKAB KOBAR
    • PEMKAB GUNUNG MAS
    • PEMKAB KATINGAN
    • PEMKAB PULANG PISAU
    • PEMKAB BARSEL
    • PEMKAB BARTIM
    • PEMKAB MURUNG RAYA
    • PEMKAB LAMANDAU
    • PEMKAB SERUYAN
    • PEMKAB SUKAMARA
  • Legislatif
    • DPRD PROVINSI KALTENG
    • DPRD KOTA PALANGKA RAYA
    • DPRD KOTIM
    • DPRD KAPUAS
    • DPRD BARUT
    • DPRD KOBAR
    • DPRD GUNUNG MAS
    • DPRD KATINGAN
    • DPRD PULANG PISAU
    • DPRD BARSEL
    • DPRD BARTIM
    • DPRD MURA
    • DPRD SERUYAN
    • DPRD LAMANDAU
    • DPRD SUKAMARA
  • Regional
    • KALSEL
    • KALBAR
    • KALTIM
    • KALTARA
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lain-lain
    • OPINI
    • BUDAYA
    • KESEHATAN
    • RELIGI
    • Iklan

© 2020 Borneodaily