Palangka Raya, Borneodaily.co.id- Legislator Kalimantan Tengah (Kalteng) Sudarsono menyoroti persoalan kebocoran pajak bahan bakar minyak (BBM), yang hingga kini masih belum tertangani secara maksimal.
“Masalah ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda),” kata Sudarsono di Palangka Raya, Jumat (12/9/25).
Anggota DPRD Kalteng itu menilai, upaya yang sudah dilakukan Bapenda memang patut diapresiasi. Mamun sampai saat ini masih banyak celah yang menyebabkan kebocoran pajak terjadi. Hal itu terlihat dari arus distribusi BBM ke Kalteng, sebagian besar datang dari luar daerah.
Namun, lanjut dia, hingga kini sistem pengawasannya dinilai belum optimal sehingga potensi pajak yang seharusnya masuk ke kas daerah belum tercapai secara maksimal. Padahal potensi pajak dari BBM itu sangat besar.
“Kalau dihitung bisa mencapai angka triliunan rupiah per tahun. Sayangnya, masih banyak yang tercecer karena belum terpantau dengan baik,” ucapnya.
Sudarsono pun menegaskan kebocoran pajak ini jika dibiarkan akan berdampak pada berkurangnya pendapatan asli daerah (PAD). Padahal, PAD sangat dibutuhkan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kalimantan Tengah.Tim























Users Today : 1202
Users Yesterday : 1135
This Month : 44946
This Year : 251780
Total Users : 1133791
Views Today : 2582