Muara Teweh, borneodaily.co.id – Upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah tantangan era digital terus diperkuat di Kabupaten Barito Utara. Hal tersebut tercermin melalui pelaksanaan Seminar Gerakan Cinta Al-Qur’an Tahun 2025 yang diikuti sekitar 300 peserta dan menjadi bagian dari rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan kafilah MTQH dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus organisasi keagamaan, mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disiptaka) Barito Utara, Fakhri Fauzi, menyampaikan bahwa seminar tersebut memiliki makna strategis dalam menjaga nilai ajaran Al-Qur’an agar tetap relevan dan membumi dalam kehidupan masyarakat modern.
“Melalui seminar ini, kita ingin meneguhkan kembali Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus membentuk generasi Qurani yang berakhlak dan mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara yang dinilai menjadi penyemangat tersendiri dalam penguatan syiar Islam di daerah.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia turut menampilkan pameran naskah keagamaan bersejarah, di antaranya Mushaf Al-Qur’an tulisan tangan per juz karya H. M. Tasin tahun 1870 M, serta naskah khutbah Idul Fitri dan Idul Adha karya H. Abdul Aziz bin H. Abdurrahim. Naskah-naskah tersebut dihibahkan sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan khazanah keislaman di Barito Utara.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Dr. Mujiburrahman, M.A., yang membawakan materi “Al-Qur’an sebagai Petunjuk Hidup dalam Tantangan Budaya Digital”, serta Dr. Akhmad Supriadi, M.Si., dengan materi “Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Kearifan Lokal Kalimantan Tengah.”
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat literasi Al-Qur’an dan menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kitab suci umat Islam.
“Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca, tetapi harus dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, kita ingin membangkitkan kembali budaya Qurani di tengah masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya peran keluarga, lembaga pendidikan, dan institusi keagamaan dalam membentuk karakter generasi muda yang santun, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman keislaman yang moderat dan menyejukkan.
Ia menjelaskan, Seminar Gerakan Cinta Al-Qur’an 2025 memiliki sejumlah tujuan utama, di antaranya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an, memperkuat peran pendidikan dan keluarga dalam pembinaan karakter Qurani, menghadirkan pemahaman Islam yang mencerahkan, serta mendorong pembiasaan membaca dan mengkaji Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Shalahuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap seminar ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan dalam memperkuat nilai-nilai Qur’ani, tidak hanya di Barito Utara tetapi juga secara lebih luas.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Barito Utara untuk terus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi kehidupan sosial, spiritual, dan moral di tengah dinamika perkembangan zaman.(Red)
























Users Today : 1047
Users Yesterday : 991
This Month : 20607
This Year : 152159
Total Users : 1034170
Views Today : 5944