Muara Teweh, borneodaily.co.id – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menegaskan kesiapan pembiayaan program strategis 11.12 Gaspol setelah melalui perhitungan matang tim anggaran dan perencanaan daerah.
Bupati Barito Utara Shalahuddin menyampaikan kapasitas fiskal daerah dinilai memadai untuk menopang pelaksanaan 11 program unggulan dan 12 prioritas infrastruktur selama lima tahun mendatang.
“Kapasitas fiskal daerah, ditambah dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat serta skema kerja sama lainnya, dinilai cukup membiayai seluruh program prioritas hingga lima tahun ke depan. Ini bukan sekadar janji, tetapi keputusan fiskal yang telah dihitung secara matang,” kata Shalahuddin dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan pada penutupan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Barito Utara Tahun 2027 di Muara Teweh, Kamis.
Dalam kesempatan itu, Felix menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif seluruh peserta forum yang telah memberikan berbagai masukan dan rekomendasi untuk penyempurnaan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Menurut dia, hasil konsultasi publik akan menjadi bahan penting dalam penyusunan final RKPD 2027 agar program pembangunan benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan target pembangunan daerah.
Pemerintah daerah juga menegaskan komitmen penuh terhadap implementasi program 11.12 Gaspol atau Gerakan Akselerasi Sebelas–Duabelas, Program dan Kegiatan Berorientasi Pelayanan, sebagai kerangka percepatan pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Bupati meminta seluruh kepala perangkat daerah segera menyusun Detail Engineering Design (DED) dan rencana aksi yang rinci, terukur, serta memiliki jadwal pelaksanaan yang jelas untuk setiap program prioritas.
“Setiap progres pelaksanaan program akan dipantau secara berkala agar berjalan sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Felix membacakan arahan Bupati.
Selain itu, Sekretaris Daerah bersama Kepala Bapperida diminta memastikan sinkronisasi antarprogram berjalan optimal, termasuk mempercepat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, khususnya untuk proyek strategis seperti pembangunan jembatan yang ditargetkan memasuki tahap final pada triwulan I 2026.
Sementara itu, camat, lurah, dan kepala desa diminta mengambil peran aktif sebagai ujung tombak pelaksanaan program di lapangan melalui sosialisasi kepada masyarakat serta mendorong pengawasan partisipatif dengan melibatkan tokoh masyarakat dan lembaga adat.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat dan dunia usaha ikut mengawal implementasi program sekaligus memanfaatkan peluang yang tersedia, mulai dari pelatihan, bantuan alat, hingga pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi.
“Program 11.12 Gaspol harus menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan bekerja untuk masyarakat. Setiap pembangunan jembatan, pemberian beasiswa, hingga bantuan alat berat harus memberi manfaat langsung bagi warga Barito Utara,” tegasnya.
Menutup kegiatan, Wakil Bupati Felix berharap RKPD 2027 dapat menjadi pedoman aksi konkret menuju Barito Utara yang lebih produktif, terkoneksi, dan sejahtera melalui semangat Gaspol: gas, pacu, dan tuntaskan.(Red)























Users Today : 449
Users Yesterday : 1252
This Month : 29900
This Year : 196759
Total Users : 1078770
Views Today : 830