Muara Teweh, Borneodaily.co.id – Upaya serius dalam menjaga kesehatan masyarakat terus digalakkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Barito Utara.
Pada Selasa (31/3/2026), instansi ini menggelar uji cepat kandungan zat berbahaya pada komoditas beras bantuan.
Kegiatan pemeriksaan kualitas bantuan pangan untuk alokasi Februari–Maret 2026 ini dipusatkan langsung di Gudang Bulog Muara Teweh. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial sebelum beras didistribusikan secara massal.
Fokus utama dari pengujian laboratorium lapangan ini adalah untuk mendeteksi keberadaan unsur kimia yang tidak semestinya, salah satunya clorin. Pemilihan parameter ini didasarkan pada pentingnya jaminan keamanan pangan bagi publik.
Petugas DKPP melakukan pemeriksaan yang sangat menyeluruh, mulai dari kondisi fisik luar kemasan hingga pengambilan sampel acak bagian dalam karung beras. Pengambilan sampel dilakukan di beberapa titik gudang demi transparansi hasil.
Berdasarkan hasil uji cepat yang keluar pada hari yang sama, seluruh sampel yang diambil dari bantuan pangan periode Januari–Maret 2026 dinyatakan menunjukkan hasil negatif clorin. Beras juga dipastikan memiliki mutu fisik yang baik dan layak konsumsi.
Kepala DKPP Kabupaten Barito Utara, H. Siswandoyo, mengimbau agar masyarakat tidak perlu merasa cemas terkait kualitas beras yang mengalir dari pemerintah daerah ini.
“Dari hasil pemeriksaan, beras bantuan dalam kondisi baik dan aman untuk dikonsumsi. Uji sampel juga menunjukkan hasil negatif, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkas Siswandoyo di Muara Teweh, Selasa (31/3/2026). (red)























Users Today : 221
Users Yesterday : 816
This Month : 1037
This Year : 359390
Total Users : 1241401
Views Today : 575