PALANGKA RAYA, borneodaily.co.id – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Sengkon, mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Menurutnya, sikap kritis sangat diperlukan di tengah derasnya arus informasi di media digital untuk mencegah penyebaran hoaks.
Ia menilai informasi yang tidak melalui proses verifikasi berpotensi menimbulkan keresahan, memicu kesalahpahaman, bahkan mengganggu stabilitas di lingkungan masyarakat. Karena itu, setiap informasi yang diterima sebaiknya diperiksa terlebih dahulu melalui sumber yang dapat dipertanggungjawabkan sebelum diteruskan kepada orang lain.
Sengkon juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh berbagai narasi provokatif yang banyak beredar di media sosial. Menurutnya, penggunaan media digital harus disertai sikap bijaksana sehingga tidak menjadi sarana penyebaran informasi yang menyesatkan.
Ia mengatakan, menjaga ruang digital yang sehat merupakan tanggung jawab bersama. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan mengedepankan sikap hati-hati dalam menerima maupun membagikan informasi, terutama yang berkaitan dengan isu-isu sensitif yang berpotensi memecah persatuan.
Selain mengandalkan informasi dari media sosial, Sengkon mengimbau warga untuk mencari klarifikasi melalui kanal resmi pemerintah maupun lembaga yang berwenang apabila menemukan informasi yang diragukan kebenarannya. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak menjadi korban maupun penyebar disinformasi.
Menurutnya, budaya memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya merupakan salah satu cara efektif menjaga situasi tetap aman, kondusif, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap informasi yang akurat.(Red)

























Users Today : 167
Users Yesterday : 731
This Month : 1714
This Year : 360067
Total Users : 1242078
Views Today : 464