PALANGKA RAYA, Borneodaily.co.id – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mengapresiasi pelaksanaan Seminar Nasional dan Dialog Publik Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang mengangkat tema “Ansor Masa Depan: Peluang dan Tantangan Ekonomi Rantai Pasok di Kalimantan Tengah”.
Menurut Agustiar, tema yang diangkat dalam forum tersebut sangat relevan dengan arah pembangunan Kalimantan Tengah, khususnya dalam upaya memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan rantai pasok.
Hal tersebut disampaikan Gubernur melalui sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo pada Seminar Nasional dan Dialog Publik yang dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang GP Ansor Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (6/8/2026).
“Penguatan rantai pasok dapat meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas peluang investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Agustiar dalam sambutannya.
Ia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mampu menghasilkan pemikiran dan rekomendasi konkret yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Saya berharap forum ini melahirkan gagasan dan rekomendasi yang bermanfaat bagi kemajuan Kalimantan Tengah,” harapnya.
Agustiar juga meyakini GP Ansor memiliki peran strategis dalam memperkuat harmoni kehidupan bermasyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, peran generasi muda sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk dalam mendorong inovasi, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menciptakan peluang-peluang baru bagi daerah.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin turut menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menjadi salah satu tantangan di Kalimantan Tengah.
Ia berharap salah satu satuan GP Ansor, yakni Banser Pengendalian Pemadam Kebakaran (Balakar), dapat diaktifkan dan diperkuat untuk membantu penanganan Karhutla di daerah.
“Semoga nanti ada pelatihan intensif, Diklatsus pemadaman kebakaran yang siap 48 jam,” ujarnya.
Menurut Addin, penguatan kapasitas personel dan kesiapsiagaan menjadi hal penting agar organisasi kepemudaan dapat turut berkontribusi dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya bencana kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden beserta jajaran kepala OPD, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalteng Wahyudie F. Dirun, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Kalteng Arjoni beserta pengurus masa khidmat 2026–2029, serta sejumlah perwakilan organisasi keagamaan lainnya. (Red)























Users Today : 109
Users Yesterday : 1322
This Month : 24350
This Year : 330395
Total Users : 1212406
Views Today : 198