PALANGKA RAYA, Borneodaily.co.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara masif, menyeluruh, dan terintegrasi hingga tingkat desa.
Presiden juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, jajaran TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, serta petugas di lapangan.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi perkembangan penanganan karhutla yang dilaksanakan secara berani, Senin (12/10/2026), dan diikuti oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo , serta Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden dari Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah.
Presiden menilai kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran di sejumlah wilayah prioritas. “Sampaikan terima kasih saya kepada semua jajaran,” ujar Presiden. Ia juga meminta para pimpinan mencatat dan memberikan penghargaan kepada personel yang menunjukkan kinerja yang baik dalam pelaksanaan tugas pemadaman.
Dalam rapat tersebut, Presiden secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan para pemimpin daerah atas keterlibatan aktif dalam penanganan karhutla. Menurut Presiden, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait perlu terus dipertahankan agar penanganan di lapangan berjalan efektif.
Sebagai wujud dukungan penuh pemerintah pusat, Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan mengirimkan 200 unit pompa air untuk memperkuat operasi pemadaman di Kalimantan Tengah. Jumlah tersebut melampaui usulan awal Pangdam XXII/Tambun Bungai Zainul Arifin yang menyampaikan kebutuhan 50 unit pompa air portabel atau alkon untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses kendaraan.
Selain pompa air, Presiden juga menyatakan dukungan untuk pembuatan 200 titik sumur bor. Bantuan ini diharapkan mempercepat penyediaan sumber udara di sekitar lokasi kebakaran, khususnya di kawasan rawa yang memiliki akses terbatas dan titik api yang tersebar. Dalam laporannya, Pangdam menyebut kebutuhan sarana tersebut telah dikoordinasikan dengan Gubernur Kalteng.
Di sisi operasional, pemadaman kebakaran di darat terus diperkuat melalui penambahan personel dan peralatan. Sementara itu, pengoperasian helikopter water bombing dan modifikasi cuaca menghadapi kendala jarak pandang akibat kabut asap tebal. Pemerintah terus mengoordinasikan berbagai alternatif penanganan agar pemadaman dapat berlangsung optimal sesuai kondisi lapangan.
Untuk langkah ke depan, Presiden menekankan pentingnya mitigasi dan pencegahan karhutla secara masif, menyeluruh, dan terintegrasi hingga tingkat desa. Penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA), Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta instansi kehutanan dinilai penting dalam mendeteksi dan menangani potensi kebakaran sejak dini. Presiden juga mengingatkan agar persiapan dan investasi pencegahan dilakukan sebelum kebakaran terjadi.
Melalui dukungan pemerintah pusat dan penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, penanganan karhutla di Kalimantan Tengah diharapkan semakin cepat dan terarah. Sinergi yang telah terbangun juga menjadi landasan untuk memperkuat kesiapsiagaan, melindungi masyarakat, serta menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di Bumi Tambun Bungai. (Red)























Users Today : 453
Users Yesterday : 0
This Month : 7230
This Year : 402874
Total Users : 1284885
Views Today : 1091