PALANGKA RAYA, Borneodaily.co.id – Saat wabah pandemic covid-19 melanda Indonesia umumnya, dan Kota Palangka Raya khususnya, banyak berdampak pada semua sektor.
Hampir semua sektor dunia usaha seakan tersendat. Bahkan banyak pengusaha yang gulung tikar. Mulai dari usaha yang omsetnya miliaran rupiah sampai omset ratusan ribu, terkena dampaknya. Tanpa pandang bulu.
Salah satu penjual crepes di Palangka Raya, Ariya, juga merasakan hal yang sama. Biasanya saat kondisi normal keuntungan minimal Rp200 ribu per hari dengan mudah diraih. Namun kondisi saat ini meraih uang Rp100 ribu per hari saja begitu sulit.
“Saya berjualan crepes ini, untuk menyambung hidup bersama keluarga,” katanya, saat ditanya penghasilannya saat ini.
Diceritaakan Ariya, saat kondisi normal sebanyak 4 kilogram adonan crepes habis terjual dalam sehari. Saat ini, habis 2 kg adonan saja sudah bersyukur. Saat belum pandemic Ahmad mengaku konsumennya rata-rata anak sekolah.
“Saat sekolah secara daring (online) pasaran saya mulai berkurang dan menghilang,” katanya.
Ariya mengaku umumnya ia berjualan di sekitar sekolah saat jam istirahat maupun saat masuk maupun pulang sekolah, yang umumnya di sekolah TK dan Sekolah Dasar.
Saat sekolah libur seperti saat ini, otomatis tidak bisa berjualan di sekitar sekolah. Ia hanya berjualan di sekitar Pasar Besar Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
“Semoga saja pandemic covid-19 ini cepat berakhir, sehingga usaha ini bisa berjalan seperti semua,” kata Ahmad penuh harap. (hs)
























Users Today : 799
Users Yesterday : 1134
This Month : 27044
This Year : 158596
Total Users : 1040607
Views Today : 2130