Muara Teweh, borneodaily.co.id – Sebanyak 113 jamaah calon haji asal Kabupaten Barito Utara mengikuti bimbingan manasik haji terintegrasi 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai bagian dari persiapan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Barito Utara Mochamad Ikhsan yang membacakan sambutan Bupati Barito Utara Shalahuddin, di Muara Teweh, Senin.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima memerlukan kesiapan menyeluruh, baik dari sisi fisik, mental, spiritual, maupun finansial.
“Ibadah haji membutuhkan persiapan matang. Jamaah tidak hanya harus siap secara materi, tetapi juga memahami ilmu dan tata cara pelaksanaan ibadah agar dapat menjalankannya dengan baik,” ujar Ikhsan saat membacakan pesan Bupati.
Menurutnya, kegiatan manasik menjadi bekal penting bagi jamaah untuk memahami seluruh rangkaian ibadah sebelum diberangkatkan ke Makkah dan Madinah.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Barito Utara atas pelaksanaan pembinaan manasik bagi jamaah tahun ini.
Ia menilai manasik bukan sekadar pembelajaran teori, tetapi simulasi menyeluruh atau “gladi bersih” agar jamaah lebih siap saat menjalani ibadah di Tanah Suci.
Selain aspek ibadah, pemerintah daerah mengingatkan calon jamaah untuk memperhatikan lima hal utama selama perjalanan, yakni tertib ibadah, menjaga kesehatan, mengatur pola makan dan minum, memanfaatkan waktu istirahat, serta mematuhi aturan barang bawaan.
“Jaga kondisi tubuh, konsumsi makanan secara teratur, istirahat cukup, dan patuhi seluruh ketentuan perjalanan agar ibadah berjalan lancar,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Mochamad Ikhsan turut membagikan pengalaman saat memimpin rombongan haji pada 2008. Ia menekankan pentingnya kekompakan dan disiplin selama perjalanan.
“Prinsipnya sederhana, jangan sampai ada jamaah tertinggal. Setiap perpindahan harus dipastikan seluruh anggota rombongan lengkap dan saling menjaga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Barito Utara Alpiansah menyampaikan sebanyak 113 jamaah yang akan diberangkatkan tahun ini terdiri dari 57 laki-laki dan 56 perempuan.
Jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya akibat penyesuaian kuota nasional seiring kebijakan percepatan masa tunggu.
Ia menjelaskan jamaah termuda berusia 21 tahun, sedangkan jamaah tertua berusia 95 tahun.
“Terkait jamaah usia muda, keberangkatan dilakukan melalui mekanisme resmi pelimpahan porsi sesuai regulasi bagi ahli waris atau keluarga dengan kondisi tertentu,” jelasnya.
Menurut Alpiansah, jamaah calon haji Barito Utara tergabung dalam Kloter 7 Gelombang I dan dijadwalkan berangkat dari Embarkasi Banjarmasin menuju Madinah.
Manasik terintegrasi yang dilaksanakan mencakup pembekalan materi ibadah, kesehatan, alur perjalanan, hingga praktik langsung seperti tawaf, sai, dan wukuf.
“Ibadah haji adalah ibadah spiritual sekaligus fisik. Karena itu pemahaman perjalanan dan kesiapan kesehatan menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan manasik ini, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap seluruh jamaah calon haji 2026 dapat menjalankan ibadah dengan lancar, menjaga nama baik daerah, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.(RED)

























Users Today : 1372
Users Yesterday : 1739
This Month : 4760
This Year : 211594
Total Users : 1093605
Views Today : 2706