PURUK CAHU, BorneoDaily.co.id – Jalan Trans Bahitom yang menghubungkan Desa Trans Bahitom ke Desa Bahitom maupun Kota Puruk Cahu, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya (Mura) mengalami rusak parah di beberapa titik. Kondisi ini menyebabkan badan jalan rusak, banyak berlobang dan tergenang kubangan air.
Hal ini menyebabkan, terhambatnya aktivitas warga yang bekerja sebagai pekebun, untuk menjual sayur-mayur hasil kebunnya menuju Desa Bahitom maupun Kota Puruk Cahu. Selama musim hujan ini, jalan Trans Bahitom hampir tidak bisa untuk dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Saliman seorang warga Trans Bahitom mengatakan, Jalan Trans Bahitom ini merupakan akses utama warga setempat untuk aktivitas berkebun dan menjual hasil kebun.
“Selama musim hujan ini kondisi jalan sangat menghambat aktifitas warga, karena jalan yang dilalui rusak cukup parah, banyak yang licin serta berlobang. Sehingga rawan terjadi kecelakaan jika dipaksakan untuk dilalui,” ungkap Saliman.

H. Tuni Kepala Desa Bahitom
Sementara itu H. Tuni Kepala Desa Bahitom saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, Jalan Trans Bahitom Kecamatan Murung Kabupaten Mura dibangun pada tahun 2008 atau kurang lebih 12 tahun lalu.
“Panjang jalan kurang lebih 7 kilometer (Km) memang pernah diaspal. Namun karena sudah sangat lama dan kurangnya pemeliharaan, jalan sudah rusak dan berlobang, sehingga sulit untuk dilalui apalagi di musim hujan ini,” ungkap Tuni, Jum’at (18/02/2022).
Kondisi jalan rusak ini sangat berdampak pada kegiatan masyarakat dalam hal memasarkan hasil panennya menuju pasar Desa Bahitom maupun Kota Puruk Cahu.
“Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mura untuk secepatnya membantu memperbaiki jalan tersebut, mengingat jalan ini sangat penting untuk akses warga,” harap Tuni. (Mir)

























Users Today : 849
Users Yesterday : 1191
This Month : 35917
This Year : 242752
Total Users : 1124763
Views Today : 1873