SERGEI, Borneodaily.co.id – Tak ubahnya seperti sungai, ratusan rumah warga yang tersebar di beberapa desa yang ada di Kecamatan Bandarkhalifah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), terendam banjir.
Hal Ini terjadi akibat hujan cukup deras mengguyur kawasan itu, Informasi yang diterima awak media dari Rahmadsyah (48) warga setempat, pada hari ini Minggu (13/10/2023) siang.
Mengatakan kepada awak media melalui ponselnya, kalau air masih menggenangi rumah-rumah warga yang tidak jauh dari aliaran sungai, ketinggian air hingga pinggang orang dewasa. Sementara di badan jalan, ketinggian air setinggi lutut orang dewasa.
Lanjutnya banjir di wilayah Bandarkhalifah itu tidak hanya mengakibatkan tergenangnya rumah dan bahu jalan, sebaliknya akibat banjir areal persawahan di wilayah tersebut berpotensi mengalami gagal panen.
“Banjir yang terjadi di Kecamatan Bandarkhalifah disebabkan pecahnya benteng penahan air di Desa Bandar Tengah, sehingga menyebabkan meluapnya air Sungai Padang,” katanya.
Warga yang yang tempat tinggalnya terkena banjir, mereka sangat mengharapkan pemerintah segera memperbaiki benteng penahan air yang pecah tersebut, bila perlu dibuat setinggi dan sekokoh mungkin agar di kemudian hari tidak terjadi banjir serupa.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai melalui Sekretaris Liagustina Simamora, saat dikonfirmasi melalui seluler juga menyebutkan, banjir tersebut disebabkan tingginya curah hujan di daerah hulu yang mengakibatkan pecahnya benteng penahan air di Desa Bandar Tengah, sehingga luapan air Sungai Padang merendam pemukiman warga.
Berdasarkan data yang diterima dari pihak Kecamatan Bandarkhalifah, diperkirakan sebanyak 833 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan rincian, Desa Bandar Tengah 174 KK, Desa Juhar 417 KK, Desa Gelam Sei Sarimah 133 KK dan Desa Pekan Bandar Khalifah 105 KK.
“Personel BPBD juga masih di lapangan untuk mendata dan membantu warga yang terdampak,” katanya.
Kadis PUTR Sergai, Johan Sinaga saat dikonfirmasi melalui seluler juga membenarkan curah hujan yang tinggi di hulu beberapa hari belakangan mengakibatkan banyak benteng penahan air yang pecah. Ia juga menyebutkan alat berat PUTR sudah standby di lokasi benteng penahan air yang pecah, namun karena masih tingginya debit air, sehingga belum bisa bekerja.
“Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak BWS guna menagatasi kondisi banjir ini,” tutupnya. (RP)























Users Today : 1188
Users Yesterday : 912
This Month : 2100
This Year : 168959
Total Users : 1050970
Views Today : 2517