Palangka Raya, Borneodaily.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Arif M Norkim mengatakan pemahaman masyarakat tentang layanan dan obat yang ditanggung BPJS perlu segera ditangani melalui edukasi menyeluruh.
“Penting bagi BPJS Kesehatan melaksanakan operasionalnya sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Salah satu poinnya, yakni sistem formulasi nasional yang mengatur daftar obat yang ditanggung BPJS Kesehatan,” katanya di Palangka Raya, Senin.
Dia menjelaskan bahwa sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menetapkan standar operasional, termasuk dalam penyediaan daftar obat berdasarkan pertimbangan medis dari dokter yang menangani pasien.
Namun hingga kini, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh soal obat-obatan yang termasuk dalam jaminan BPJS, dan itu sering menimbulkan keluhan.
“Tidak semua obat ditanggung oleh BPJS. Oleh karena itu penting bagi BPJS untuk segera mensosialisasikan daftar obat yang ditanggung untuk Peserta BPJS Kesehatan. Dengan begitu dokter tidak sembarangan meresepkan obat yang di luar ketentuan BPJS,” ucapnya.
Arif juga menyoroti perlunya penyuluhan yang lebih menyasar kelompok peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI), karena mereka tergolong masyarakat rentan yang dibiayai oleh pemerintah.
Ia menekankan, peserta PBI perlu tahu secara jelas batasan manfaat yang bisa mereka terima, agar tidak salah persepsi terhadap layanan kesehatan yang dijamin BPJS.
“Kalau peserta BPJS Mandiri mungkin tidak masalah karena mereka biasanya mampu, tetapi peserta BPJS PBI harus selektif. Sosialisasi harus jelas, mana yang menjadi tanggungan BPJS dan mana yang tidak,” ujarnya.
Politisi dari PAN ini juga menambahkan bahwa masyarakat sebenarnya tetap bisa membeli obat yang tidak ditanggung BPJS, selama dilakukan dengan kesadaran untuk membayar secara pribadi.
Ia juga mendorong BPJS Kesehatan lebih aktif turun ke lapangan menyampaikan informasi layanan agar tidak terjadi kebingungan di kalangan peserta.
“Yang harus menjadi perhatian bersama itu, pelayanan kesehatan ini kan telah menjadi kebutuhan utama untuk masyarakat. Ini yang harus menjadi fokus bersama, agar kita bisa saling menyamakan persepsi dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” demikian Arif.tim























Users Today : 1484
Users Yesterday : 1023
This Month : 42522
This Year : 249356
Total Users : 1131367
Views Today : 3481