PALANGKA RAYA, borneodaily.co.id – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan yang diusulkan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurutnya, keberadaan transportasi berbasis rel dapat menjadi solusi untuk mendukung pengembangan hilirisasi sumber daya alam sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi logistik.
Bambang mengatakan pembangunan jalur kereta api telah lama menjadi wacana di Kalimantan Tengah. Pada konsep awal, infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung pengangkutan hasil sumber daya alam dan logistik dari kawasan produksi menuju pusat pengolahan maupun distribusi.
“Konsep pembangunan jalur kereta api sejak awal memang diarahkan untuk mendukung distribusi logistik dan komoditas dari wilayah hulu ke kawasan hilirisasi. Dari sisi ekonomi, keberadaan infrastruktur ini dinilai memiliki manfaat yang besar bagi daerah,” ujarnya di Ruang Komisi DPRD Kalteng, Selasa (9/6/2026).
Menurut Bambang, keterbatasan sarana transportasi masih menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan sektor industri berbasis hilirisasi di Kalimantan Tengah. Selama ini, pengangkutan hasil tambang, perkebunan, dan komoditas lainnya masih banyak mengandalkan jalur darat yang juga digunakan masyarakat.
Ia menilai tingginya aktivitas kendaraan angkutan berat di jalan umum tidak hanya mempercepat kerusakan infrastruktur, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan di lapangan akibat tingginya intensitas penggunaan ruas jalan.
Dengan adanya jalur kereta api, Bambang berharap distribusi logistik dapat berlangsung lebih efisien sekaligus mengurangi beban jalan nasional maupun jalan daerah yang selama ini digunakan sebagai jalur angkutan komoditas.
Meski memberikan dukungan terhadap rencana tersebut, ia mengingatkan agar pemerintah melakukan perencanaan yang matang, termasuk dalam aspek pembiayaan proyek. Menurutnya, pembangunan infrastruktur berskala besar perlu disusun secara cermat agar pelaksanaannya berkelanjutan dan tidak menimbulkan beban fiskal yang berlebihan.
“Apabila proyek ini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional, tentu perlu didukung bersama. Namun, aspek pembiayaan juga harus diperhitungkan dengan baik agar tidak menimbulkan beban yang berlebihan bagi negara,” katanya.
Bambang optimistis pembangunan jalur kereta api akan memberikan manfaat jangka panjang bagi Kalimantan Tengah, mulai dari memperkuat konektivitas logistik, mendorong pertumbuhan industri hilir, membuka peluang investasi, hingga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.(red)

























Users Today : 1429
Users Yesterday : 1853
This Month : 21434
This Year : 379787
Total Users : 1261798
Views Today : 3144