MUARA TEWEH, borneodaily.co.id — Banjir kiriman yang terjadi dan melanda Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), kini meluas dan merendam 7 kecamatan dan merendam ribuan rumah, Senin (3/4/2023).
Banjir yang sudah terjadi sejak 4 hari lalu membuat Pemerintah Kabupaten Barito Utara menetapkan status tanggap darurat.
Adapun tujuh kecamatan yang terendam banjir itu adalah Kecamatan Lahei Barat, Lahei, Teweh Tengah, Teweh Baru, Teweh Selatan, Gunung Timang dan Montallat. Sementara itu sebagian warga bertahan dan juga mengungsi ke rumah saudaranya yang daerahnya lebih tinggi.
Rata-rata wilayah yang terendam, merupakan permukiman yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito yang meluap akibat tingginya debit air dan curah hujan dari wilayah hulu dan pedalaman.
Salah satu wilayah terparah yakni Desa Muara Inu, Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Banjir di wilayah ini bahkan mencapai ketinggian 3 meter lebih dan hanya menyisahkan atap rumah.
Bupati Barito Utara, Nadalsyah, menetapkan tanggap darurat banjir hingga 14 hari kedepan setelah 7 kecamatan terendam. Bantuan makanan juga mulai di distribusikan BPBD bersama TNI-Polri bagi warga terdampak banjir.
Hingga kini BPBD Kabupaten Barito Utara mencatat lebih dari 10 ribu rumah terendam banjir dengan ketinggian 1-3 meter lebih. Akibat banjir yang terjadi di tujuh kecamatan ini sedikitnya 45 ribu orang atau 14 ribu kepala keluarga (KK) terdampak. (red)























Users Today : 867
Users Yesterday : 678
This Month : 6783
This Year : 287378
Total Users : 860383
Views Today : 2908