Palangka Raya, Borneodaily.co.id – Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Hatir Sata Tarigan menyampaikan bahwa pemotongan anggaran perjalanan dinas sebesar 50 persen, sesuai kebijakan pemerintah pusat, menjadi tantangan baru dalam menjalankan fungsi DPRD.
“Total anggaran perjalanan dinas DPRD Kota Palangka Raya mencapai sekitar Rp15 miliar. Dengan adanya pemotongan sebesar 50 persen, anggaran yang tersisa hanya sekitar Rp7,5 miliar,” katanya di Palangka Raya, Selasa (8/3/25).
Hatir menjelaskan, meski terjadi pemotongan anggaran, DPRD akan tetap berupaya menjalankan tugas pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal dengan memanfaatkan anggaran yang ada secara efisien.
Pemangkasan anggaran ini memang berdampak pada ruang gerak anggota DPRD, terutama dalam melakukan studi banding ke luar daerah yang biasa dilakukan untuk peningkatan kapasitas pengawasan.
“Ya, memang ini jujur saja untuk DPRD ada sedikit pengaruhnya. Kenapa? Karena memang tugas yang ada di DPRD itu kan salah satunya ya pengawasan, kemudian studi banding. Nah itu studi banding ke luar daerah tentunya untuk meningkatkan kinerja lah, meningkatkan pengawasan tadi,” ucapnya.
Pemotongan anggaran ini diterima DPRD beberapa hari lalu, sementara sejak awal tahun anggaran sudah digunakan untuk menunjang kegiatan anggota dewan sehingga membuat penyesuaian menjadi tantangan tersendiri.tim























Users Today : 683
Users Yesterday : 1557
This Month : 28974
This Year : 235808
Total Users : 1117819
Views Today : 1466