PALANGKA RAYA, Borneodaily.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong pembangunan berkelanjutan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), pelestarian lingkungan, dan harmoni sosial berbasis kearifan lokal.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Agustiar Sabran saat menghadiri Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan HUT Integrasi ke-46 Kaharingan-Hindu di Wantilan Pura Pitamaha, Rabu (29/4/2026).
Menurut Gubernur, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan karakter masyarakat. Ia menekankan pentingnya persatuan dalam keberagaman sebagai modal utama dalam mendorong kemajuan daerah.
“Persatuan dalam keberagaman adalah kekuatan kita untuk mencapai kesejahteraan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tema “Satu Bumi, Satu Keluarga” sebagai landasan strategis pembangunan. Konsep tersebut selaras dengan falsafah Huma Betang yang menjunjung tinggi kebersamaan, toleransi, dan gotong royong.
Lebih lanjut, “Satu Bumi” dimaknai sebagai komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam, sementara “Satu Keluarga” mencerminkan pentingnya kohesi sosial dalam menjaga stabilitas daerah.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengajak umat Hindu Kaharingan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik di sektor ekonomi, sosial, maupun budaya, sekaligus menjaga nilai-nilai adat Dayak.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, I Nengah Duija, menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM melalui penguatan pendidikan tinggi keagamaan Hindu di Kalimantan Tengah.
Ia menyebut peningkatan status perguruan tinggi keagamaan menjadi universitas serta pembukaan program doktoral sebagai langkah strategis mencetak generasi unggul.
Selain itu, ia juga menyoroti implementasi “kurikulum cinta” yang mencakup nilai cinta kepada Tuhan, ilmu pengetahuan, lingkungan, sesama, dan tanah air.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Wisnu Bawa Tenaya, turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, PHDI Pusat juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Gubernur Kalteng atas dukungan terhadap pembinaan umat Hindu di daerah.
Acara dihadiri unsur Forkopimda, DPRD, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh adat, serta umat Hindu Kaharingan se-Kalimantan Tengah. (red)























Users Today : 80
Users Yesterday : 976
This Month : 34007
This Year : 165559
Total Users : 1047570
Views Today : 131