KUALA KURUN, Borneodaily.co.id – Akibat bebas lalu lalang kendaraan truk bertonase besar yang mengangkut batubara, kayu dan CPO melewati ruas Palangka Raya – Kuala Kurun, tepatnya di Desa Teluk Nyatu membuat kondisi jalan hancur dan rusak di daerah setempat.
Kondisi ruas jalan provinsi ini bertambah parah, saat turun hujan seperti sekarang ini. Keadaan ini sudah berjalan hampir dua bulan lebih. Akibatnya, menimbulkan kemacetan dan antrian mencapai 2 Kilometer
Kondisi jalan yang parah lainnya terletak di Desa Pematang Limau, Tumbang Empas, Tuyun, Rangan Tate, Tumbang Danau, dan Kelurahan Kampuri.
“Kami meminta pihak terkait agar memperbaiki jalan ini dan membatasi kendaraan bertonase besar melalui jalan ini,” kata Nadi warga Kuala Kurun, Kamis (24/12/2021).
Dikatakan Nadi, karena merupakan jalan provinsi kondisi kerusakan jalan ini sudah disampikan warga sampai ke DPRD Provinsi Kalteng dan ke Kantor Gubernur Kalteng melalui aksi masyarakat baru-baru ini di Palangka Raya. Namun sejauh ini belum ada aksi nyata dari pihak terkait untuk memperbaiki kondisi ini.
Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan
Menyikapi kerusakan ruas jalan tersebut, warga di Desa Teluk Nyatu, Kecamatan Kurun dan Desa Rangan Tate, Kecamatan Mihing Raya, bersama Kapolres AKBP Irwansah, serta melibatkan personel Polres Gumas turun ke jalan bekerja bakti untuk memperbaiki jalan tersebut.
”Kondisi jalan Kuala Kurun-Palangka Raya banyak yang berlubang dan berlumpur. Jadi personel kami bersama warga setempat bergotong royong memperbaiki ruas jalan yang berlubang tadi,” ucap Irwansah, baru-baru ini.
Dia mengakui, perbaikan secara swadaya masyarakat tersebut dilakukan dengan menimbun jalan berlubang. Memang dampak dari kerusakan jalan itu sering kali mengakibatkan terjadinya kemacetan, kecelakaan lalu lintas, serta kerawanan lainnya.

”Keterlibatan kami dalam kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud kepedulian sosial. Sebagai pelayan masyarakat, Polri harus selalu aktif dan hadir dalam setiap kegiatan masyarakat,” tuturnya.
Dalam perbaikan jalan tersebut, lanjut dia, juga melibatkan perusahaan terdekat untuk membantu dengan menyediakan alat berat dalam pelaksanaan kerja bakti tersebut.
”Dengan kerja bakti, maka penanganan dapat cepat dilakukan. Selain itu, dengan penanganan yang cepat, maka akses jalan rusak dan berlubang akan dapat dilalui masyarakat,” pungkasnya. (red)























Users Today : 1389
Users Yesterday : 1350
This Month : 18539
This Year : 150091
Total Users : 1032102
Views Today : 3103