Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.59 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan membuat warga di sekitar lokasi panik. Sejumlah warga berupaya menyelamatkan diri serta mengamankan barang-barang dari bangunan yang berada di sekitar lokasi.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Alfrianto, mengatakan pihaknya pertama kali menerima laporan melalui layanan Call Center 112.
Mendapat laporan tersebut, petugas Disdamkarmat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke bangunan lain di kawasan permukiman yang cukup padat.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas dari warga di lokasi, sedikitnya terdapat empat bangunan yang terdampak kebakaran. Dua di antaranya merupakan rumah berbahan kayu.
Sementara dua bangunan lainnya diketahui difungsikan sebagai barak. Salah satunya merupakan rumah yang dijadikan barak, sedangkan bangunan lainnya berupa barak dua pintu yang berada di bagian belakang.
“Berdasarkan informasi awal dari warga di lokasi, terdapat empat bangunan. Dua di antaranya merupakan rumah berbahan kayu. Kemudian ada satu rumah yang dijadikan barak dan satu bangunan barak lainnya yang memiliki dua pintu di bagian belakang,” ujar Alfrianto.
Material bangunan yang sebagian berbahan kayu diduga membuat api dengan cepat membesar. Petugas bersama sejumlah Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang berada di lokasi berjibaku memadamkan kobaran api dan melakukan pembasahan terhadap bangunan di sekitar titik kebakaran.
Terkait sumber api, Alfrianto mengatakan berdasarkan keterangan awal warga, kobaran api diduga pertama kali muncul dari bangunan yang berada di bagian paling belakang. Namun, dugaan tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk sementara diduga berada di bagian belakang bangunan yang dijadikan barak. Namun, kami akan melakukan investigasi lebih lanjut agar informasi yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Tragedi terjadi di tengah proses pemadaman. Petugas yang melakukan evakuasi menemukan dua korban yang diketahui masih berusia balita.
Kedua korban diperkirakan masing-masing berusia sekitar 2 dan 4 tahun. Keduanya diketahui merupakan saudara kandung yang tinggal di satu rumah.
“Ada dua korban yang ditemukan oleh rekan-rekan yang melakukan evakuasi. Keduanya masih anak-anak, dengan perkiraan usia sekitar 2 dan 4 tahun,” ungkap Alfrianto.
Lurah Palangka, Dawid, membenarkan adanya dua korban dalam peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengatakan kedua korban merupakan saudara dan tinggal bersama dalam satu rumah.
“Betul ada dua korban, umur 2 dan 4 tahun. Mereka bersaudara dan tinggal di satu rumah,” bebernya.
Kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Sementara pendataan terkait jumlah bangunan terdampak dan kerugian materiil masih dilakukan oleh pihak terkait.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian mengingat kawasan Mendawai merupakan salah satu kawasan permukiman yang cukup padat, sehingga kebakaran berpotensi cepat meluas apabila tidak segera ditangani. (Red)






















Users Today : 832
Users Yesterday : 973
This Month : 26046
This Year : 332091
Total Users : 1214102
Views Today : 1812