PALANGKARAYA, borneodaily.co.id-Penyelenggaraan Kelas Klinik Bisnis telah berlangsung pada tahapan selanjutnya. Kegiatan kali ini, mengangkat tema “Pentingnya Branding dan Desain Kemasan untuk UMKM”.
Nia Nurdiansyah selaku narasumber pada kegiatan ini menerangkan pentingnya branding di tengah kontestasi antar pelaku UMKM. Pegiat UMKM dari Semarang ini mengungkapkan, UMKM mengambil porsi besar dalam menyumbangkan produk domestik bruto sebuah negara.
“Ada 64 juta pegiat UMKM, angka ini mencapai 99,9 persen dari seluruh usaha yang beroperasi di Indonesia, maka dari itu umkm kawan-kawan perlu memiliki perbedaan dan keunikan tersendiri,” tegas Relawan Kominfo TIK ini.
Nia yang juga merupakan Facilitator Women Will Semarang ini menerangkan pentingnya para pegiat umkm untuk menyadari nilai atau karakter dari produk yang diperjualbelikan. Karakter yang dibangun berhubungan erat branding yang akan menjadi identitas produk jualan.
“Dengan adanya karakter sebagai identitas, kita mengenali keunikan daripada produk yang kita jual untuk kemudian menetukan branding yang cocok untuk sebuah produk”, jelasnya.
Menurut Nia, ada beberapa kriteria yang dilakukan dalam menentukan branding dalam seuah produk pembeda dan presepsi yang hendak dikenali.
“Di lain sisi, penting untuk mengenali target pasar dari produk yang dijual dengan mempertimbangkan faktor keamnaan, estetika, nilai ekonomi dan ergoomis maupun bahasa komunikasi dan promosi.

Koordinator Divisi PSDM, Robbi Guntara menjelaskan branding mengambil peranan penting bagi pegiat UMKM.
“Tentu, bila saya atau kita membeli produk jualan, kemasan adalah hal pertama yang kita lihat, ekspresi kemasan memberikan daya tarik bagi kita untuk membelinya atau tidak”, jelas Alumni FISIP Universitas Palangka Raya.
Pada kesempatan yang berbeda, Humas Klinik Bisnis Meliyanti menegungkapkan dalam menjaring pangsa pasar dan konsumen memang sudah selaykanya para pelaku usaha leibh memahami strategi dalam menentukan kemasan sebuah produk mereka.
“Kemasan sebuah produk yang baik, menimbulkan efek ketertarikan bagi konsumen, kemasan pun menjadi reputasi dari sebuah produk dengan karakter yang diangun”, unkap Mahasiswa IAIN Palangka Raya.
Selaras dengan hal ini, CEO Klinik Bisnis Monica Putri Rasyid menuturkan kondisi saat ini adalah kesempatan untuk berjuang lebih keras dan bertindak lebih kreatif.
“My Rule, is always reflect, analyze, create strategy and execute, melalui Kelas Klinik Bisnis ayo bersama kita berjuang dan mengambil tindakan”, tegas alumni bond university ini. raz

























Users Today : 37
Users Yesterday : 1402
This Month : 5396
This Year : 172255
Total Users : 1054266
Views Today : 46