
Afriani Safitri
Membaca adalah jembatan ilmu, mungkin pepatah inilah yang membuat orang-orang tergugah untuk melakukan aktivitas membaca. Salah satunya adalah membaca surat kabar atau yang biasa disebut koran.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), koran memiliki makna lembaran-lembaran kertas bertuliskan kabar (berita) dan sebagainya, terbagi dalam kolom-kolom (biasanya 8-9 kolom) yang terbit setiap hari atau secara periodik. Koran adalah salah satu bagian dari media massa dalam bentuk cetak. Koran sendiri berfungsi sebagai sarana edukasi serta media informasi bagi masyarakat.
Dengan fungsi koran sebagai media informasi, maka salah satu kelebihan dari koran adalah informasi dan berita yang disajikan sudah dapat dipastikan kebenarannya, karena sudah melalui gatekeeper dan kaidah-kaidah jurnalistik. Namun, saat ini koran sedang mengalami fase penurunan. Data dari Survei Nielsen Consumer & Media View menyatakan bahwa pada 2017, tingkat pembelian koran secara personal hanya sebesar 20%, menurun dibandingkan 2013 yang mencapai 28%. Hal ini terjadi karena adanya perkembangan teknologi yang akhirnya melahirkan media online.
Derasnya arus globalisasi saat ini, mempengaruhi perkembangan teknologi informasi dengan sangat cepat. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi ini akhirnya melahirkan media baru, yakni media online. Media onlie adalah sarana komunikasi yang disajikan secara online pada internet, mirip situs web (website) dan software (app). Di era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat lebih condong untuk mencari dan membaca informasi ataupun berita melalui internet atau perangkat lainnya, karena dinilai lebih praktis dan mudah didapatkan.
Masyarakat beranggapan bahwa di era modern sekarang, informasi dan berita seharusnya bisa didapatkan secara gratis. Kelebihan media online sendiri ialah bersifat aktual karena kecepatannya dalam menyebarkan informasi dan berita, kapasitasnya yang sangat memadai untuk menampung naskah yang panjang, serta adanya komunikasi dua arah yang interaktif yang bisa kita lihat dari adanya kolom komentar. Sekarang media online sedang mengalami masa kejayaannya, bisa kita lihat dari data yang dinyatakan oleh Kominfo bahwa ada 100 media online yang telah terverifikasi oleh Dewan Pers. Hal ini sejalan dengan data mengenai pembaca media online di Indonesia sebesar 6 juta pembaca, ini melampaui pembaca media cetak khususnya koran yang hanya ada 4,5 juta pembaca.
Melihat adanya perbedaan yang signifikan antara koran dan media online, akhirnya memunculkan pertanyaan apakah koran akan hilang tergerus oleh hadirnya media online. Kalimat yang terpat untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah koran mungkin tengah mengalami fase kemerosotannya, namun koran tidak akan sepenuhnya hilang dari peradaban manusia. Karena media cetak khususnya koran hanya penyebarannya saja yang sudah tidak terlalu luas seperti dahulu. Koran merupakan salah satu produk jurnalistik, dimana kebenaran akan berita dan informasi yang disampaikannya sudah dapat dipastikan. Hal tersebut terjadi karena berita dan informasi yang terdapat dalam koran, menggunakan kaidah-kaidah jurnalistik dan telah melewati gatekeeper.
Berbanding terbalik dengan beberapa media online yang mengangkat berita atau informasi tanpa memperhatikan kaidah-kaidah jurnalistik sebelumnya. Media online dan koran memiliki karakteristiknya masing-masing, aktualitas berita merupakan karakteristik media online dan koran dengan kedalaman berita (indepth news) yang dimilikinya.
Revolusi industri dan perkembangan zaman, mengharuskan media menyesuaikan diri akan adanya pembaharuan. Salah satu lingkungan media adalah teknologi, maka perkembangan media berpengaruh pada cara kerja jurnalistik. Penggabungan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan hadirnya fasilitas untuk memenuhi kebutuhan dalam mendapatkan informasi secara fleksibel, di mana saja dan kapan saja. Maka sudah seharusnya media cetak khususnya koran, berupaya untuk bermetamorfosa dengan keadaan zaman. Media cetak dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menghadirkan beritanya agar dapat menarik minat baca masyarakat. Media online pun juga dituntut untuk lebih memperhatikan keakuratan berita yang akan dipublikasikan. Dengan hadirnya inovasi dan digitalisasi media, diharapkan dapat membangun tingkat literasi masyarakat Indonesia lebih baik lagi. ***




















Users Today : 661
Users Yesterday : 1182
This Month : 12283
This Year : 179142
Total Users : 1061153
Views Today : 1940