Nenek Hawiyah (88), begitu dia dipanggil sehari-hari, warga di Kelurahan Selat Utara, Kabupaten Kapuas ini memang tak bisa lagi berjalan karena faktor usia, sehingga harus dipapah saat akan disuntik vaksin Covid-19.
Walaupun usianya suda renta, raut wajah Nenek Hawiyah tetap bersemangat dan antusias terlebih dia ingin terbebas dari paparan Covid-19. “Antusias, meski harus dipapah asalkan bisa disuntik vaksin,” kata Lurah Selat Utara Rahmat M Noor saat dihubungi, belum lama ini.
Rahmat menambahkan, pihaknya dari pemerintah Kelurahan Selat Utara memberikan layanan jemput antar kepada warga lansia yang tidak mampu datang sendiri.
Upaya jemput ini merupakan salah satu cara untuk mensukseskan program vaksinasi massal yang ditargetkan oleh pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah.
Program vaksinasi nasional sendiri telah berjalan sejak 13 Januari lalu, dan ditargetkan rampung pada Desember 2021 hingga Maret 2022. Program ini diharapkan dapat mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.
Adapun pemerintah menetapkan empat tahapan, yang pertama menyasar 1,4 juta tenaga kesehatan. Disusul tahapan kedua yang menyasar 17,3 juta petugas pelayanan publik dan 21,5 juta lansia.
Kemudian akan dilanjutkan vaksinasi tahapan ketiga yang menyasar 63,9 juta masyarakat rentan yang berada di daerah risiko tinggi penularan, serta 77,4 juta masyarakat lain yang disesuaikan dengan ketersediaan vaksin.
Untuk memenuhi capaian program vaksinasi nasional itu, pemerintah telah berkomitmen mengamankan sekitar 426,8 juta dosis vaksin dari empat perusahaan farmasi luar negeri.
Rinciannya, 125,5 juta vaksin dari perusahaan China Sinovac. Kemudian 74 juta dosis vaksin dari Novavax; 82.8 juta dosis vaksin dari perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca; 66,4 juta dosis vaksin dari Pfizer, serta 78 juta dosis vaksin melalui skema kerjasama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility. Fasilitas tersebut merupakan kerjasama pengembangan vaksin antara Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan GAVI.
***
Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo berharap pelaksanaan vaksinasi di Provinsi Kalimantan Tengah sampai dengan Juli 2021 khususnya vaksinasi masyarakat bisa mencapai 70 persen.
Menurut Edy, Provinsi Kalteng sampai dengan Juni-Juli ini, vaksinasi masyarakat sudah mencapai 50 persen, bisa 60 bahkan 70 persen.
Kalau tenaga ASN sudah hampir 100 persen, tinggal bagaimana melakukan percepatan vaksinasi khususnya lansia. Karena lansia sangat rentan sekali untuk terkena virus dibandingkan dengan yang lebih muda.
Di Kabupaten Kotawaringin Barat Kepala Dinas Kesehatan setempat Ahmad Rois mengatakan, vaksinasi terhadap Lansia terus digenjot oleh Dinas Kesehatan Kobar. Sejauh ini sudah 7.779 Lansia atau hampir 50 persen dari target. “Kami menargetkan akhir bulan ini 60 persen lansia sudah menerima vaksin, kegiatan vaksin pun saat ini terfokus juga bagi pra lansia,” kata Ahmad Rois.
Banyaknya Lansia yang divaksin ini tidak hanya difasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. Namun ada instansi yang ikut mensukseskan vaksinasi terhadap Lansia seperti Polres Kobar dan Kodim 1014 Pangkalan Bun.
Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat mengatakan, Pemkab Kapuas terus berupaya agar seluruh masyarakat khususnya lansia di Kabupaten Kapuas dapat divaksin.

“Kita optimis dengan melakukan vaksinasi secara massif kita dapat mencapai target para lansia sudah selesai vaksin pada tanggal 1 Juli 2021,” kata Ben.
Dirinya menyampaikan, dengan pelaksanaan vaksinasi yang terus menerus dilakukan maka mata rantai penyebaran Covid-19 bisa diatasi.
Lebih lanjut, dirinya berharap pendistribusian vaksin dari Pemprov Kalteng untuk disalurkan ke Kabupaten Kapuas dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Untuk masyarakat yang belum melaksanakan vaksin, Ben meminta agar masyarakat bisa menyadari bahwa vaksinasi ini sangat penting untuk memperkuat kekebalan tubuh.
Senada Plt Bupati Pulpis Pudjirustaty Narang saat menghadiri Pelaksanaan Vaksinasi Massal HUT Bhayangkara Ke 75 terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mensukseskan program vaksinasi covid-19 dan terus menjaga dan disiplin menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) sesuai ajuran pemerintah.

”Mari kita bersama-sama mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 agar pandemi ini cepat berakhir,” ajaknya.
Di Kasongan, Kabupaten Katingan meskipun seminggu yang lalu persediaan vaksin Covid-19 kurang, namun saat ini ketersediaan vaksin Covid-19 sudah mencukupi. “Ada sebanyak 720 vial,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Katingan dr Robertus Pramuryanto MSi.
Menurut Robertus, dari 720 vial vaksin bisa dipergunakan untuk memvaksin masyarakat Katingan, sekitar 7.200 orang, dan 720 vial vaksin tersebut dibagikan ke 16 UPTD/Puskesmas se Kabupaten Katingan sehingga sehingga target vaksinasi di bumi Penyang Hinje Simpei ini cepat tercapai. ***























Users Today : 1211
Users Yesterday : 1402
This Month : 6570
This Year : 173429
Total Users : 1055440
Views Today : 4374