BeritaTerkait
PALANGKA RAYA, Borneodaily.co.id – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah terus diintensifkan. Memasuki hari ke-33, operasi pengendalian di kawasan Tumbang Nusa diperkuat melalui pengerahan Satgas Udara dan Satgas Darat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan seluruh unsur Satgas terus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.
“Penanganan Karhutla terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, mulai dari dukungan helikopter hingga regu pemadam di darat. Seluruh personel bekerja sesuai tugasnya masing-masing dan terus melaporkan perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Ahmad Toyib, Senin (3/8/2026).
Dalam operasi tersebut, Satgas Udara mengerahkan empat regu untuk melakukan patroli udara, pemantauan titik panas atau hotspot, pengintaian kondisi lapangan, serta memberikan dukungan pemadaman jika diperlukan.
Dukungan udara dinilai penting untuk memantau wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat sekaligus membantu menentukan lokasi yang menjadi prioritas penanganan.
Unsur patroli udara menggunakan dua unit pesawat, yakni Bell 206 L3/PK-FBH dan Grand Caravan Cessna 208B-EX/PK-FPU. Sementara untuk mendukung pemadaman melalui udara, dua helikopter water bombing disiagakan, yakni SA330J Puma/N-814AR dan Sikorsky EH-60A Blackhawk/ZK-HKU.
17 Regu Darat Dikerahkan
Selain dukungan udara, Satgas Darat mengerahkan 17 regu dalam operasi penanganan Karhutla.
Sebanyak 13 regu ditempatkan di wilayah Tumbang Nusa untuk melakukan pemadaman, pendinginan, patroli, serta mencegah api kembali meluas. Sementara empat regu lainnya ditempatkan di Pos Komando sebagai tim siaga, cadangan, dan pendukung operasional.
Ahmad Toyib menjelaskan, hasil patroli udara dan pemantauan lapangan terus menjadi dasar dalam menentukan pengerahan personel dan peralatan.
Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, terdeteksi 125 hotspot di wilayah Kalimantan Tengah berdasarkan pengamatan pada 2 Agustus 2026 pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.
Kondisi cuaca pada pagi hari umumnya cerah hingga cerah berawan dengan kecepatan angin berkisar 8–16 kilometer per jam dan jarak pandang mencapai 8–10 kilometer.
Hasil pemantauan hotspot, patroli udara, serta verifikasi melalui sistem Sipongi dan Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukkan kondisi Karhutla di Kalimantan Tengah secara umum masih terkendali.
Sejumlah titik panas yang telah diverifikasi dinyatakan aman atau berstatus HS Target Clear. Lokasinya antara lain berada di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas; Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan; Bulik Timur, Kabupaten Lamandau; serta Bukit Santuai, Antang Kalang dan Parenggean di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Meski demikian, Satgas masih memberikan perhatian terhadap sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan lanjutan. Di antaranya Dusun Hilir, Barito Selatan yang masih ditemukan asap sisa terbakar, serta wilayah Paju Epat dan Paku di Barito Timur dan Manuhing di Kabupaten Gunung Mas.
Aktivitas pembukaan lahan di sejumlah wilayah juga terus dipantau sebagai langkah antisipasi terhadap potensi munculnya titik api baru.
Pemadaman Dilakukan di Pulang Pisau
Di Kabupaten Pulang Pisau, tim gabungan juga melakukan pemadaman di wilayah Tanjung Taruna.
Petugas mengerahkan tiga unit pompa besar, satu pompa jinjing, serta jaringan selang dengan sumber air dari embung menuju portable tank.
Tim berhasil mengendalikan kebakaran pada lahan gambut seluas sekitar 0,4 hektare yang ditumbuhi semak belukar dan pakis. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pembasahan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.
Meski akses menuju lokasi cukup sulit, ketersediaan sumber air mendukung kelancaran proses pemadaman hingga seluruh personel kembali ke Posko Dalkarhutla pada sore hari.
Selain pemadaman, langkah pencegahan juga terus dilakukan. Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Bereng Bengkel melaksanakan patroli rutin di kawasan lahan gambut, mengecek sumber air, serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar dan ancaman sanksi pidananya.
Pada sore hari, dua regu juga melakukan siaran keliling di wilayah Jalan Nagasari dan Kelurahan Petuk Ketimpun. Petugas membagikan leaflet, brosur, dan masker sekaligus mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Satgas Pengendalian Karhutla memastikan patroli udara dan darat akan terus dioptimalkan. Koordinasi juga dilakukan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah.
Operasi pengendalian Karhutla melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBPK, pemadam kebakaran, Dinas Kehutanan, Tim Serbu Api Kalimantan (TSAK), TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Posko Krisis Karhutla.
Langkah terpadu tersebut dilakukan untuk memastikan setiap titik api dapat segera ditangani sekaligus mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak lebih besar terhadap masyarakat maupun lingkungan. (Red)
























Users Today : 1912
Users Yesterday : 2664
This Month : 15843
This Year : 321888
Total Users : 1203899
Views Today : 3489