BUNTOK, Borneodaily.co.id – Sebagai upaya dalam menurunkan kasus kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan melaksanakan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Orientasi Sistem Rujukan Terpadu bertempat di aula Hotel Lutfan Kota Buntok, Kamis (18/11/2021).
Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas terhadap para petugas di tingkat pelaksana puskesmas dalam hal sistem rujukan pada kasus persalinan, pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan secara mandiri, kolaborasi dan rujukan kasus,di mana tantangan pelayanan kebidanan sekarang ini sangat dituntut terlebih di masa pandemi virus korona yang dituntut harus tetap berjalan optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Barito Selatan Daryomo Sukiastono Melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Ike Christiana Dewi menjelaskan, kematian ibu dan neonatal atau bayi baru lahir di rumah sakit salah satunya terjadi karena keterlambatan dalam merujuk.
“Dimana keterlambatan ini bisa disebabkan oleh beberapa kemungkinan,antar lain keterlambatan dalam pengambilan keputusan ,kurangnya sistem informasi rujukan ataupun tidak adanya fasilitas dalam merujuk,” katanya.
Dalam hal ini pihaknya pun berupaya untuk mendekatkan akses masyarakat kepada pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal,yakni seperti membuat manual rujukan yang kuat sehingga keterlambatan tidak terjadi.
“Melalui kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas sdm orientasi sistem rujukan terpadu yang dilaksanakan ini diharapkan angka kematian ibu dan bayi di kabupaten barito selatan dapat turun secara signifikan,” tegasnya.
Pada kegiatan pelatihan ini dinas kesehatan barito selatan mengahadirkan beberapa narasumber pembicara salah satunya dokter spesialis kandungan RSUD Jaraga Sasameh Buntok dr. Ari Rizqy Rachman, Sp.Og (Rul)

























Users Today : 660
Users Yesterday : 1171
This Month : 28076
This Year : 159628
Total Users : 1041639
Views Today : 1445