BUNTOK, Borneodaily.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi memperkuat ekonomi lokal melalui keterlibatan aktif pelaku UMKM dan usaha daerah.
Di sudut Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, kisah dedikasi itu terlihat dari usaha tahu dan tempe yang telah dirintis sejak 2012. Dengan tekad sederhana, produsen lokal ini berupaya memastikan setiap olahan kedelai menjadi sumber nutrisi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Seiring perjalanan usaha yang berpindah ke lokasi saat ini pada 2017, kiprah tersebut kini mendapat makna baru melalui keterlibatan dalam Program MBG. Berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buntok Kota, usaha ini kini menjadi bagian penting dalam rantai pasok pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah.
Program MBG sendiri hadir sebagai upaya pemerintah dalam menyediakan makanan sehat dan terjangkau. Dalam pelaksanaannya, supplier bahan pangan lokal memegang peranan penting, termasuk tempe yang dikenal sebagai sumber protein nabati yang kaya manfaat.
Di balik distribusi tempe ke berbagai titik layanan MBG, terdapat peran besar pelaku usaha kecil dan menengah dalam menjaga kualitas serta kontinuitas produksi. Dengan bahan baku kedelai pilihan dan proses fermentasi yang terjaga, produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga turut menggerakkan roda perekonomian daerah.
Kolaborasi antara program MBG dan produsen lokal ini menciptakan ekosistem yang saling menguatkan. Masyarakat mendapatkan akses terhadap makanan bergizi, sementara pelaku usaha memperoleh peluang usaha yang berkelanjutan.
“Jujur, kami merasa bangga. Produk sederhana seperti tahu dan tempe bisa ikut berkontribusi untuk gizi anak-anak. Ada rasa tanggung jawab juga karena ini bukan sekadar jualan, tapi soal masa depan mereka,” ujar Muhammad Rofiudin, yang akrab disapa Pak Rofi, saat ditemui di gudangnya, Selasa (28/4/2026).
Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya telah menyuplai kebutuhan tempe ke tiga dapur MBG di wilayah Buntok.
“Alhamdulillah, ini sudah berjalan di tiga dapur Buntok yang setiap hari kita suplai,” tuturnya.
Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam program ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Langkah kecil yang dilakukan hari ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya generasi Indonesia yang lebih sehat dan berdaya di masa depan. (rul)





















Users Today : 543
Users Yesterday : 1444
This Month : 32107
This Year : 163659
Total Users : 1045670
Views Today : 766