Muara Teweh, Borneodaily.co.id – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) terus memperkuat inovasi layanan penerimaan pajak daerah, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), sebagai upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026.
Kepala BPPD Kabupaten Barito Utara, Agus Siswadi, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dan inovasi pelayanan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian realisasi pajak daerah.
“Tahun ini kami menyiapkan berbagai rencana aksi prioritas dan inovasi layanan agar realisasi penerimaan pajak daerah, khususnya PBB-P2, dapat terus meningkat,” ujar Agus Siswadi, Selasa.
Ia menjelaskan, target penerimaan PBB-P2 tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp1.452.616.500, sama seperti target tahun sebelumnya.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, BPPD memaksimalkan pelayanan langsung kepada masyarakat melalui mobil layanan keliling dan pos pelayanan lapangan yang menjangkau hingga tingkat rukun tetangga (RT) serta kantor perangkat daerah.
“Pelayanan lapangan tahun ini direncanakan menjangkau 81 RT, terdiri dari 45 RT di Kelurahan Melayu dan 36 RT di Kelurahan Lanjas, serta 27 kantor perangkat daerah di lingkungan Pemkab Barito Utara,” jelasnya.
Selain pelayanan langsung, BPPD juga terus mengoptimalkan pemanfaatan layanan perpajakan berbasis digital.
Untuk layanan PBB-P2, masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah aplikasi seperti SI-BAGA, My PBB, E-Layanan, dan E-SIG PBB-P2.
Sementara untuk sektor pajak daerah lainnya, tersedia layanan My Simpatda, My BPHTB, serta dukungan teknologi berupa tapping box dan dashboard monitoring untuk Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT).
Agus menambahkan, kemudahan akses pembayaran menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
“Kami terus memperluas kanal pembayaran pajak daerah secara non-tunai melalui kerja sama dengan sejumlah bank BUMD dan BUMN,” katanya.
Saat ini, masyarakat dapat melakukan pembayaran melalui berbagai kanal, di antaranya Bank Kalteng, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI, baik melalui mobile banking, ATM, agen bank, teller, maupun layanan perbankan lainnya.
Selain itu, kerja sama dengan Kantor Pos Muara Teweh juga tengah dalam proses penyelesaian untuk menambah alternatif pembayaran.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Pemkab Barito Utara optimistis pelayanan pajak daerah pada 2026 akan semakin mudah, cepat, transparan, dan akuntabel.
Agus juga menyampaikan capaian realisasi PBB-P2 tahun 2025 berhasil melampaui target.
“Realisasi PBB-P2 tahun 2025 mencapai Rp1.551.162.465 atau sebesar 106,78 persen dari target yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi petugas lapangan, dukungan perangkat daerah, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan optimalisasi penerimaan daerah demi mendukung pembangunan Kabupaten Barito Utara,” pungkasnya.(RED)























Users Today : 1409
Users Yesterday : 1023
This Month : 42447
This Year : 249281
Total Users : 1131292
Views Today : 3044