PALANGKA RAYA, borneodaily.co.id – Pemerataan akses internet di Kalimantan Tengah dinilai perlu menjadi perhatian dalam agenda pembangunan daerah. Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Okki Maulana, mendorong percepatan penanganan wilayah yang hingga kini masih mengalami blank spot atau belum mendapatkan akses jaringan telekomunikasi secara memadai.
Menurut Okki, konektivitas digital saat ini tidak lagi sekadar menjadi fasilitas tambahan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat dan pembangunan daerah.
“Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi daerah di Kalteng yang masih belum mendapatkan sinyal internet. Target kami jelas, menuju nol blank spot agar masyarakat di pelosok pun bisa menikmati layanan teknologi informasi,” ujar Okki, Kamis (23/7/2026).
Politisi Partai Golkar tersebut mengatakan ketersediaan jaringan internet yang stabil dapat memberikan manfaat di berbagai bidang. Masyarakat di daerah terpencil akan lebih mudah mendapatkan informasi, sementara pelajar dan tenaga pendidik dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
Selain itu, akses internet juga dapat mempermudah masyarakat menggunakan layanan pemerintahan secara digital. Peluang pengembangan usaha mikro dan sektor ekonomi kreatif turut terbuka lebih luas seiring meningkatnya konektivitas di daerah.
“Ketika akses internet sudah merata, masyarakat akan lebih mudah memperoleh informasi, meningkatkan kualitas pendidikan, mengakses layanan pemerintahan, serta membuka peluang bagi pertumbuhan usaha mikro dan sektor ekonomi kreatif di Kalteng,” katanya.
Okki menilai indikator pemerataan pembangunan seharusnya tidak hanya dilihat dari tersedianya jalan, jembatan, maupun infrastruktur fisik lainnya. Kemampuan masyarakat memperoleh akses terhadap teknologi dan informasi juga menjadi bagian penting dari pembangunan yang inklusif.
Untuk mempercepat penuntasan wilayah blank spot, ia mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para penyedia layanan telekomunikasi. Sinergi tersebut diperlukan agar pembangunan dan perluasan jaringan dapat menjangkau kawasan yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses.
Ia berharap upaya menuju kondisi zero blank spot dapat terus dipercepat sehingga masyarakat di pelosok Kalteng tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Menurutnya, pemerataan konektivitas digital pada akhirnya akan mendukung pembangunan yang lebih inklusif sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan.(red)























Users Today : 1179
Users Yesterday : 1718
This Month : 24098
This Year : 330143
Total Users : 1212154
Views Today : 2331