PALANGKA RAYA, borneodaily.co.id – Program 1.000 Rumah Guru Berkah mendapat dukungan DPRD Kalimantan Tengah untuk terus dilaksanakan pada 2026. Program tersebut dinilai dapat menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya dalam memenuhi kebutuhan hunian yang layak.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, mengatakan kepemilikan rumah yang nyaman dan terjangkau dapat memberikan rasa aman bagi para guru. Dengan kebutuhan dasar tersebut terpenuhi, tenaga pendidik diharapkan dapat lebih berkonsentrasi dalam melaksanakan tugasnya.
“Program ini sangat baik karena memberikan kesempatan kepada para guru untuk memiliki hunian yang layak. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar tersebut, diharapkan mereka dapat lebih fokus dan optimal dalam menjalankan tugas sebagai pendidik,” ujar Sugiyarto, Selasa (21/7/2026).
Program 1.000 Rumah Guru Berkah merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Kalteng, Dinas Pendidikan Kalteng, dan Bank Kalteng. Guru yang memenuhi persyaratan dalam program tersebut mendapatkan bantuan subsidi uang muka atau down payment (DP) sebesar Rp10 juta.
Selain subsidi DP, peserta juga memperoleh masa tenggang pembayaran angsuran selama tiga bulan setelah pelaksanaan akad kredit.
Dalam pelaksanaannya, bantuan disalurkan melalui mekanisme perbankan oleh Bank Kalteng dan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai. Skema tersebut diterapkan untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas sekaligus memastikan bantuan digunakan sesuai dengan ketentuan program.
Sugiyarto menilai keberlanjutan program perlu dibarengi dengan evaluasi secara berkala. Evaluasi diperlukan untuk melihat efektivitas pelaksanaan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi para penerima manfaat.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan penerima program agar kesempatan memperoleh hunian layak tidak hanya dinikmati guru di wilayah tertentu.
“Ke depan, program ini perlu dievaluasi secara berkala dan pemerataan aksesnya harus menjadi perhatian. Jangan sampai hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi benar-benar menjangkau guru di seluruh Kalteng agar manfaatnya dirasakan secara adil,” tegasnya.
Menurutnya, perluasan akses program ke berbagai daerah di Kalteng akan membuat manfaat kebijakan tersebut semakin optimal, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di seluruh wilayah provinsi.(red)
























Users Today : 58
Users Yesterday : 1516
This Month : 21256
This Year : 327304
Total Users : 1209316
Views Today : 102