Palangka Raya, Borneodaily.co.id- Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Bambang Irawan menegaskan bahwa dirinya segera berkonsultasi dengan Ketua DPRD untuk mencari solusi bagi warga yang terdampak atas penutupan sejumlah pabrik penampung puya dari limbah pertambangan emas.
“Beberapa waktu lalu memang kami menerima aduan dari sepuluh warga pencari puya. Mereka mengaku tidak bisa lagi menjual puya karena perusahaan tempat mereka biasa menyetor sudah berhenti beroperasi,” katanya di Palangka Raya, Kamis (28/8/25).
Dia pun mengakui pihaknya mendapat aduan ada sekitar 10 ribu masyarakat di provinsi ini yang menggantungkan hidupnya pada pencarian puya. Untuk itu, Komisi II DPRD Kalteng yang membidangi sumber daya alam (SDA), akan menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan tersebut.
“Banyak masyarakat mengharapkan uang dari mengumpulkan puya ini. Tetapi, saat mau jual hasil puya, banyak perusahaan sudah tutup. Dan ini sangat berdampak pada perekonomian masyarakat,” ujar Bambang yang juga Ketua Umum Fordayak itu.
Dirinya juga menyebut keadaan yang dialami masyarakat sudah dua bulan tidak bisa menjual puya ke perusahaan. Hanya saja, legislator Kalteng ini belum mengetahui pasti alasan penutupan dari beberapa pabrik tersebut. Namun yang pasti kata dia, akan menindaklanjuti apa yang disampaikan masyarakat.Tim























Users Today : 867
Users Yesterday : 678
This Month : 6783
This Year : 287378
Total Users : 860383
Views Today : 2924