Palangka Raya, Borneodaily.co.id – Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sigit Widodo menilai bahwa penanganan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) memerlukan kolaborasi kuat lintas instansi agar dapat berjalan efektif.
“Kota Palangka Raya, yang dikenal sebagai ‘Kota Cantik’, terus berupaya meningkatkan kualitas hidup penduduknya. Namun, hingga kini permasalahan ODGJ masih menjadi perhatian serius,” katanya di Palangka Raya, Selasa.
Ia menyoroti persoalan ini telah berlangsung lama, dan sampai saat ini belum terlihat adanya penanganan yang mampu memberikan dampak nyata di lapangan.
Untuk itu ia menekankan, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya seharusnya menjadi contoh dalam menangani isu sosial melalui koordinasi dan kerja sama antar-lembaga.
“Ini sudah bertahun-tahun terjadi, tapi tetap saja seperti tidak ada solusi konkret. Padahal Kota Palangka Raya itu ibu kota provinsi. Harusnya bisa lebih sigap agar masyarakat bisa merasa nyaman beraktifitas,” ucapnya.
Sigit menyebut, pemerintah sering kali beralasan soal keterbatasan anggaran sebagai kendala utama dalam menangani ODGJ.tim























Users Today : 1485
Users Yesterday : 1023
This Month : 42523
This Year : 249357
Total Users : 1131368
Views Today : 3503