Muara Teweh, borneodaily.co.id – Antusiasme masyarakat dan peserta terlihat tinggi saat pelepasan Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dipusatkan di kawasan Bundaran Buah, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Minggu.
Rangkaian pawai secara resmi dilepas oleh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, yang bertindak mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran. Pelepasan pawai tersebut menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan MTQH XXXIII di Barito Utara.
Dalam sambutannya, Bupati Shalahuddin menyampaikan pesan Gubernur Kalimantan Tengah sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan masyarakat Barito Utara yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan pawai ta’aruf.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen dan masyarakat Barito Utara. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi pelaksanaan MTQH XXXIII serta mampu memperkuat nilai-nilai keagamaan dan persatuan antar daerah,” ujarnya.
Dengan mengucapkan basmalah, Bupati secara resmi melepas pawai ta’aruf MTQH XXXIII Tahun 2025 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Pelepasan tersebut disambut meriah oleh peserta dan warga yang memadati lokasi kegiatan.
Deretan kendaraan hias kemudian bergerak menyusuri rute pawai yang telah ditentukan. Pawai berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhidmatan, sekaligus menciptakan suasana semarak dan religius di sepanjang rute yang dilalui.
Ketua Seksi Pawai Ta’aruf MTQH XXXIII Kalteng, Hery Jhon Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni pembuka, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan antar kontingen se-Kalimantan Tengah.
Dalam laporannya, ia menyebutkan sebanyak 39 peserta turut ambil bagian dalam pawai ta’aruf, yang terdiri dari 12 kontingen kabupaten/kota serta 27 peserta dari unsur organisasi perangkat daerah (OPD) dan perbankan di Kabupaten Barito Utara.
“Tahun ini pawai difokuskan menggunakan kendaraan hias. Hal ini mempertimbangkan jarak tempuh peserta dari daerah yang cukup jauh, keterbatasan waktu, serta kondisi medan perjalanan yang cukup menantang,” jelas Hery Jhon.
Rute pawai menempuh sejumlah ruas jalan utama Kota Muara Teweh dengan panjang sekitar lima kilometer. Meski dikemas secara sederhana, pawai tetap sarat makna dan mampu menarik perhatian masyarakat.
Ia juga mengapresiasi semangat seluruh peserta yang tetap tinggi meskipun pawai jalan kaki belum dapat dilaksanakan pada tahun ini.
“Antusiasme kontingen sangat luar biasa. Kehadiran seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah menjadi bukti kuatnya semangat ukhuwah Islamiyah dan syiar Islam di Bumi Tambun Bungai,” pungkasnya.(red)

























Users Today : 375
Users Yesterday : 991
This Month : 19935
This Year : 151487
Total Users : 1033498
Views Today : 2697