Muara Teweh, borneodaily.co.id – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, membuka ruang partisipasi publik dalam penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 melalui Forum Konsultasi Publik yang digelar di Muara Teweh, Kamis.
Bupati Barito Utara Shalahuddin menegaskan forum tersebut menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah agar dokumen RKPD yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional maupun provinsi.
“Seluruh usulan yang disampaikan akan dicatat dan diverifikasi sebagai bahan penguatan dokumen perencanaan pembangunan daerah,” kata Shalahuddin saat membuka kegiatan.
Menurut dia, forum konsultasi publik merupakan wadah strategis untuk menghimpun aspirasi berbagai pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menentukan prioritas pembangunan Kabupaten Barito Utara pada 2027.
Pemerintah daerah, lanjutnya, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat, perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, hingga unsur lainnya untuk menyampaikan saran dan masukan terhadap rancangan awal RKPD.
“Pelaksanaan program 11.12 Gaspol membutuhkan sinergi dan komitmen bersama. Dengan semangat gotong royong, transparansi, dan akuntabilitas, target pembangunan yang telah ditetapkan dapat diwujudkan,” ujarnya.
Dalam paparannya, Bupati menjelaskan program strategis 11.12 Gaspol akan tetap menjadi fokus dalam RKPD 2027. Program tersebut mencakup 11 program unggulan yang diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti pendidikan gratis 16 tahun, beasiswa prestasi, layanan kesehatan melalui BPJS gratis, pembangunan balai latihan kerja, bantuan alat berat, santunan sosial, hingga penguatan kelembagaan adat.
Selain itu, terdapat 12 prioritas pembangunan infrastruktur yang diproyeksikan untuk mendukung konektivitas wilayah dan peningkatan pelayanan dasar, antara lain pembangunan tiga jembatan utama, pelebaran jalan dalam kota dan akses menuju bandara, penataan kawasan Muara Teweh Baru, pembangunan sport center, Waterfront City, SPAM IKK, rehabilitasi RSUD Muara Teweh, serta normalisasi Sungai Bengaris.
Shalahuddin juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan menjaga konsistensi pelaksanaan program prioritas dalam RPJMD 2025–2029.
“Kita harus memastikan penguatan sektor unggulan dan pelayanan publik berjalan optimal sebagai penggerak transformasi ekonomi daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Barito Utara Edi Kesumajaya menyebut forum konsultasi publik merupakan tahapan lanjutan setelah pelaksanaan Musrenbang desa, kelurahan, dan kecamatan.
“Forum ini menjadi ruang bersama untuk menyempurnakan rancangan awal RKPD 2027. Seluruh saran yang masuk nantinya dituangkan dalam berita acara kesepakatan sebagai dasar penyempurnaan dokumen,” jelas Edi.
Kegiatan tersebut turut diisi dengan pemaparan rancangan awal RKPD 2027, penyampaian indikator makro dan mikro pembangunan oleh BPS, laporan realisasi serta proyeksi pendapatan daerah dari BPPD, hingga paparan kondisi anggaran daerah oleh BPKA Barito Utara.
Forum ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan oleh kepala perangkat daerah dan perwakilan masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama dalam penyusunan arah pembangunan Barito Utara tahun 2027.(Red)

























Users Today : 335
Users Yesterday : 1252
This Month : 29786
This Year : 196645
Total Users : 1078656
Views Today : 580