BANJARMASIN,Borneodaily.co.id-Ketua Pengurus Daerah Pemuda Panca Marga Kalimantan Selatan (PD PPM Kalsel) Arianto meminta, Komnas HAM dan Kompolnas menyikapi bentrokan aparat Kepolisian Resor (Polres) Kapuas, Kalimantan Tengah dengan Aliansi Masyarakat Adat Dayak (AMAD), di Jalan Hauling PT ABB Kapuas, Selasa (03/03/2026) sore.
“Saya menyayangkan terjadinya bentrokan berdarah antara aparat dari Polres Kapuas, Kalteng dengan massa AMAD, di Jalan Hauling PT ABB Kapuas, Selasa (03/03/2026) sore,” ujar Arianto, di Banjarmasin, Minggu (08/03/2026).
Menurut dia, seharusnya ada solusi yang baik untuk memecahkan masalah tersebut, tidak dengan cara kekerasan.
Bentrok antara aparat kepolisian di Kalteng tidak hanya satu kali ini saja, ucap dia, namun sebelumnya pernah terjadi dan kini terulang lagi.
“Seharusnya kepolisian lebih profesional dalam menangani kasus tersebut. Jangan sampai berulang-ulang bentrok dengan warga sipil,” tegas anak Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) ini.
Dalam permasalahan ini, jelas dia, perlu urun rembuk dengan kepala dingin dengan melibatkan perusahaan, DPRD dan pemerintah daerah setempat.
“Apalagi saat ini kepolisian diminta untuk melakukan reformasi oleh masyarakat tentunya hal itu menandakan masyarakat masih peduli agar Polri berbenah dan lebih profesional dalam bertugas,” tegasnya.
Untuk itu, dia berharap, dalam menyikapi masalah tersebut DPRD setempat sebagai wakil rakyat dan pemerintah daerah setempat bisa menengahi permasalahan tersebut.
“Jangan dibiarkan masalah ini berlarut-larut. Semoga permasalahannya cepat selesai teatasi dan ke depan tidak terulang kembali,” pinta anak LVRI penyandang Bintang Gerilya.(toy)
























Users Today : 538
Users Yesterday : 1387
This Month : 33489
This Year : 165041
Total Users : 1047052
Views Today : 1365