Palangka Raya, Borneodaily.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Arif M Norkim menilai bahwa pelaksanaan ujian berbasis kertas perlu dipertimbangkan kembali guna menanamkan nilai kejujuran dalam dunia pendidikan.
“Kalau menggunakan kertas itu kan bisa mencegah adanya kecurangan. Jadi memang benar-benar kemampuan dari para siswa dalam mengerjakan soal,” katanya di Palangka Raya, Rabu.
Ia menyebutkan, metode ujian daring dengan komputer, handphone, atau perangkat lainnya cenderung membuka celah untuk praktik curang yang justru merugikan proses pembelajaran.
Arif menilai, ujian daring memberi peluang bagi siswa untuk mencari jawaban dengan bantuan pihak lain, seperti melalui pesan singkat, google atau Artificial Intelligence (AI) yang saat ini tengah berkembang pesat.
“Kalau masih menggunakan komputer, daring, atau HP, itu rentan. Misalnya dikerjakan di rumah, ada orang di sampingnya yang bisa membantu menjawab. Hal ini dapat mengurangi nilai kejujuran dalam proses evaluasi akademik,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa ujian tertulis yang diawasi langsung oleh guru di ruang kelas dapat membentuk karakter siswa untuk bertanggung jawab dan jujur dalam menyelesaikan soal.tim























Users Today : 658
Users Yesterday : 1665
This Month : 3235
This Year : 170094
Total Users : 1052105
Views Today : 1337