PALANGKA RAYA, borneodaily.co.id — Mencekam nampak terlihat pada hari Rabu, (8/2/23) hingga Jumat, 10 pebruari disekitar kawasan lahan sengketa antara Pihak Hok kim Alias Acen dan Alvin Cs yang terletak di desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu Kotawaringin Timur (Kotim).
Pasalnya, diduga orang orang suruhan atau yang diduga massa bayaran Hok Kim yang berjumlah sekitar ratusan orang. diduga dengan menggunakan sajam merengsek masuk dan berupaya menduduki lahan sengketa berupa kebun sawit seluas 700 hektare.
Dari pantauan awak media pada kamis 09 Febuari 2023, ratusan aparat Kepolisian Resost Sampit yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kotim AKBP. Sarpani.
Kedatangan ratusan aparat datang ke lokasi sengketa untuk mengamankan dan mencegah terjadi konflik antara masyarakat Pelantaran yang berada disekitar lahan sengketa dengan ratusan massa Hok Kim, hingga berita ini diturunkan diduga masih berada atau menduduki kebun sawit yang merupakan lahan sengketa.
Karena sebelumnya kepolisian mendapat laporan dari masyarakat pelantaran yang takut serta resah dengan keberadaan dan aktivitas massa yang diduga disuruh Hok Kim.
Dahar seorang instruktur atau pelatih security yang berada dalam lahan sengketa atau kebun sawit tersebut menuturkan bahwa dirinya sempat kaget ketika mendengar suara Ketua RT setempat ( Arbani ) berteriak dan menyuruh dirinya untuk cepat pergi.
“Pada Rabu 08 Febuari 2023 sekira jam 18 : 00 Wib saya usai sholat magrib tiba tiba mendengar suara ketua RT (Arbani .red) yang meminta saya untuk segera pergi dari kebun, saya sontak kaget dan langsung keluar dari rumah di kebun dan ketika saya keluar sudah banyak orang yang berkerumun di area kebun” Ujar Dahar Jumat 10 Febuari 2023.
Ia juga menjelaskan saat dirinya berada diluar massa yang berjumlah ratusan sudah mulai tidak terkendali dan kebanyakan dari mereka menggunakan sajam atau senjata khas daerah yang digantungkan dipinggang.
“Karena saya tidak kenal dan dengan orang orang tersebut kecuali dengan saudara Hok Kim yang sempat menanyakan siapa saya,dengan rasa takut saya segera kabur menghindari hal hal buruk yang bisa saja mengancam nyawa saya ” tegasnya.
Diketahui permasalahan atau sengketa lahan antara Hok Kim dan Alvin Cs sudah berlangsung hampir setahun dan sebelumnya sudah ada kesepakatan yang dibuat untuk mencegah terjadi konflik atau bentrokan antara kedua belah pihak maka menyepakati dan membuat pernyataan untuk ditaati dan dipatuhi.
Kesepakatan dan pernyataan antara Hok Kim dan Alvin juga disaksikan oleh DAD Kotim, Aparat Kepolisian Polres Kotim dan masyarakat Pelantaran.
Hingga berita ini diturunkan aparat Kepolisian masih berjaga disekitar lahan sengketa tersebut untuk menjgamankan dan menjaga kemungkinan bentrok antara masyarakat Pelantaran yang resah dengan Massa Hok Kim yang sampai saat ini masih menduduki lahan sengketa. (Mads)
























Users Today : 25
Users Yesterday : 2119
This Month : 16530
This Year : 183389
Total Users : 1065400
Views Today : 39