BeritaTerkait
MEDAN, Borneodaily.co.id – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, Rabu (13/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan kerja sama, peluang investasi, hingga sektor pendidikan antara Australia dan Medan.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas memaparkan potensi Kota Medan sebagai hub ekonomi strategis di kawasan barat Indonesia, khususnya dengan keberadaan kawasan industri di Medan bagian utara serta posisi geografis yang berdekatan dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand.
“Medan memiliki posisi strategis dan terbuka untuk investasi. Kami ingin membangun hubungan baik antarkota dan antarnegara agar sama-sama memberikan manfaat,” ujar Rico Waas.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kota Medan terus menunjukkan tren positif dan berada di atas rata-rata nasional. Kondisi tersebut didukung perkembangan UMKM serta meningkatnya minat generasi muda untuk berwirausaha.
Menurut Rico Waas, iklim investasi di Kota Medan juga terus diperkuat melalui kemudahan pelayanan dan perizinan bagi investor yang ingin menanamkan modal.
“Kami membantu investor dalam proses perizinan dan tidak ingin mempersulit. Yang penting investasi itu bisa berdampak bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kota,” katanya.
Selain itu, pada tahun 2026 Pemerintah Kota Medan disebut fokus memperkuat ekonomi kerakyatan dan pembangunan infrastruktur, mulai dari revitalisasi pasar, pengembangan transportasi publik, hingga pengelolaan limbah guna menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Di samping sektor investasi, Rico Waas juga menekankan pentingnya kolaborasi di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Sementara itu, Rod Brazier menyampaikan bahwa hubungan Australia dan Indonesia selama ini terus berkembang, termasuk dalam bidang pendidikan. Ia menyebut banyak warga Indonesia, termasuk anak muda asal Medan, yang tinggal dan menempuh pendidikan di Australia.
“Anak-anak Medan punya potensi besar dan mudah beradaptasi di mana pun,” ujar Rod Brazier.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 25 ribu mahasiswa Indonesia yang belajar di Australia dengan lebih dari 200 ribu alumni yang pernah menempuh pendidikan di negara tersebut.
“Kami bangga Australia menjadi salah satu tujuan pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Australia juga menjadi tempat yang aman sehingga orang tua tidak perlu khawatir melepas anaknya belajar di sana,” pungkasnya. (RP)




















Users Today : 1588
Users Yesterday : 1452
This Month : 15974
This Year : 182833
Total Users : 1064844
Views Today : 4215