PALANGKA RAYA, borneodaily.co.id – Terkait desakan pengacara PT Berkala Maju Bersama, ( PT BMB ) Baron Ruhat Binti yang meminta Polda Kalteng mengambil alih penanganan kasus mengeluarkan tembakan oleh Cornelis di sekitar Mess PT BMB,ditanggapi Kabid Humas Polda Kalteng , Kombes Pol Kismanto Eko Saputro.
Kepada Wartawan, Selasa (20/12/2022) Pagi Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Eko Saputro mengatakan, sejauh ini pihaknya belum tahu terkait ada atau tidaknya pelimpahan kasus mengeluarkan tembakan di area PT. BMB ke Polda Kalteng
“ Mungkin kuasa hukum PT. BMB , bisa menanyakannya langsung kepada penyidik di Polres Gumas dan Kuasa hukum bisa meminta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) secara langsung kepada penyidiknya” kata Kombes Pol Eko Saputro.
Sementara itu, ketika dihubungi pertelepon oleh Wartawan, AKP John Digul Manra, Kasat Reskrim Polres Gunung Mas, mengatakan, Polisi sudah memintai keterangan Cornelis, dari pengakuannya, Cornelis sedang nembak dan itu sering dilakukannya untuk tes senjata.
Terkait adanya keresahan karyawan dan petinggi PT BMB setelah mendengar suara tembakan, John Digul , mengatakan “ gimana mengukur keresahan orang setelah mendengar suara tembakan. Apalagi tidak ada orang yang diancam, sehingga kejadian tersebut tidak ada unsur tindak pidananya.
Menyikapi pernyataan Jhon Digul , Baron Ruhat Binti, melalui rilisnya kepada Wartawan, mengatakan “ pernyataan Jhon Digul terkesan membela Cornelis, apa iya Polisi membenarkan cek senjata dengan mengeluarkan tembakan di kawasan Mess PT BMB yang saat itu banyak orang disekitar lokasi, apalagi Areal PT BMB bukan milik Cornelis yang hanya pemegang saham 3 persen tanpa penyertaan modal.
“areal PT BMB, bukan tempat latihan menembak, sehingga tidak ada alasan pembenar orang bisa mengeluarkan tembakan disitu, Negara ini akan menjadi kacau, kalau orang yang memiliki izin senjata , boleh mengeluarkan tembakan dimana saja yang ia mau”ungkap Baron.
Menyikapi pernyataan Jhon Digul tidak ada orang yang diancam dan keresahan bukan tindak pidana, Baron dengan tegas mengingatkan , jangan mengeluarkan pernyataan sesuka hati tanpa memeriksa dengan teliti orang-orang yang resah dan takut setelah mendengar suara tembakan dari senjata api Cornelis.
Penembakan oleh Cornelis dilakukan bersamaan dengan masuknya orang – orang yang tidak jelas asal usulnya di lingkungan PT BMB yang diduga bertujuan untuk menekan manajemen baru , dan Saya meyakini kata Baron , bahwa tembakan dikeluarkan untuk menakut-nakuti petinggi PT BMB yang saat itu sedang menerima tamu di Mess yang tidak jauh dari posisi Cornelis mengeluarkan tembakan.
“Apa yang dilakukan Cornelis melalui tembakan yang dikeluarkannya, membuat Basirun Panjaitan , Direktur PT BMB dan 3 orang tamunya ketakutan, karena begitu mendengar suara tembakan dan mengetahui itu dilakukan oleh Cornelis, mereka langsung meninggalkan kawasan PT BMB dan menyelamatkan diri ke Palangka Raya,” bebernya.
Jadi menurut Baron, pernyataan tidak ada pengancaman adalah omong kosong, karena Polisi tidak membuka ruang untuk memeriksa Basirun Panjaitan dan beberapa orang lainnya yang merasa ketakutan dan terancam setelah mendengar suara tembakan tersebut.
“Bagaimana Jhon Digul mengatakan Cornelis tidak mengancam melalui tembakan yang dikeluarkannya, apabila Polisi tidak pernah memeriksa orang – orang yang merasa ketakutan atas ulah cornellis tersebut,” tambahnya.
Supaya penanganan kasus ini berjalan transparan dan berkeadilan dan tidak memihak siapapun selain kebenaran itu sendiri , Baron Tetap mendesak kasusnya diambil alih oleh Polda Kalteng , dan pihaknya meminta Polisi memeriksa ahli Pidana, yakni Dr. Ifrani, SH, MH
Mengutip pernyataan saksi dari karyawan PT BMB, yang melihat langsung Cornelis memegang senjata apinya, Baron mengatakan “ Setelah mendengar suara letusan sebanyak 3 kali, saksi langsung melihat ke arah suara letusan dan melihat Cornelis sedang memegang senjata api. Saksi memperkirakan Cornelis menembak. (Red)
























Users Today : 416
Users Yesterday : 2006
This Month : 38850
This Year : 205709
Total Users : 1087720
Views Today : 856