Yogyakarta, borneodaily.co.id — Bupati Murung Raya, Drs Perdi M Yoseph, M.A akan menjadi pembicara Talkshow ‘Bupati Talks Seri 3’ bertajuk “Kepemimpinan Berbasis Local Wisdom dalam Membangun Kualitas Sumber Daya Manusia” di Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Senin (13/2/2023) pukul 10.00 WIB.
Talkshow ini akan dimoderatori langsung oleh Peneliti PSKK UGM dan Dosen MDKIK SPs UGM, Hakimul Ikhwan, Ph.D.
Dalam Talkshow ini, Bupati Murung Raya, Perdie M. Yoseph akan membahas lika-liku dan tantangan seorang pemimpin lokal dalam membangun daerah dengan menyesuaikan kearifan lokal terkhususnya di daerah Murung Raya, Kalimantan Tengah.
Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 1996, konteks kepemimpinan lokal menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan daerah di Indonesia. Kebijakan otonomi daerah yang ditandai dengan keleluasaan daerah untuk membangun daerahnya sendiri membuktikan pentingnya kehadiran pemimpin lokal. Para pemimpin lokal ini kemudian akan membangun daerahnya dengan mempertimbangkan berbagai macam aspek mencakup dari sisi ekonomi maupun sosial yang ada di masyarakatnya.
Namun, tantangan kepemimpinan lokal semakin nyata tatkala aspek strategis dan inovasi terus digaungkan oleh pemerintah pusat. Pada tahap ini, kepemimpinan lokal pada akhirnya harus melihat konteks luaran dari kombinasi ekonomi dan sosial di masyarakat. Konteks luaran ini pun tentu harus merujuk kepada kebutuhan mendesak dan inovatif bagi daerahnya.
Seperti diketahui Kabupaten Murung Raya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah yang memiliki inovasi pembangunan yang unik. Pembangunan daerah di Kabupaten Murung Raya disesuaikan dengan konteks masyarakat kabupaten Murung Raya (Mura) yang hidup dalam kelimpahan kultur Dayak Murung.
Selama dua periode terakhir, pemerintahan daerah Murung Raya mengusung tagline Gerakan Membangun “Manggatang Utus” (Gerbang Desamu). “Manggatang Utus” merupakan istilah dalam bahasa Dayak Murung yang berarti ‘mengangkat harkat dan martabat’.
Inovasi pembangunan dengan tagline ‘Gerbang Desamu’ ini merupakan kebijakan pembangunan yang mengkombinasikan kebijakan publik modern dengan filosofi “Huma Betang” atau “Rumah Besar” dalam khazanah budaya Dayak Murung pada khususnya dan Dayak pada umumnya. (red)























Users Today : 2039
Users Yesterday : 1452
This Month : 16425
This Year : 183284
Total Users : 1065295
Views Today : 5472