PALANGKA RAYA, Borneodaily.co.id – Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, H. Hasan Basri meminta pondok pesantren di provinsi setempat untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital. Diantaranya untuk menunjang pembelajaran, tata kelola, dan publikasi pesantren.
Hal itu dikatakan H. Hasan Basri saat memberikan arahan kepada puluhan pimpinan pesantren yang memiliki pendidikan kesetaraan, di ruang rapat Kemenag Kalteng, Rabu (13/8/2025).
Menurutnya, perkembangan dunia digital telah membuka peluang besar bagi pesantren.
Dalam pembelajaran, teknologi digital membuat metode pembelajaran tidak lagi berkutat pada metode lawas. Aneka kitab kuning telah didigitalisasi, sehingga bisa diakses kapan saja dan di mana saja. Pembelajaran dengan teknologi digital juga akan menarik santri lebih serius.
Di sisi lain, H. Hasan Basri juga menekankan pentingnya tata kelola lembaga berbasis digital. Misalnya dengan melakukan perekaman data dan dokumen penting yang disimpan dalam arsip digital.
“Ijazah ini sebelum dibagikan ke santri, bisa dipindai dulu, disimpan dalam bentuk file PDF. Nah ini juga bagian dari pemanfaatan teknologi digital,” katanya.
Terakhir, ujar H. Hasan Basri adalah memanfaatkan teknologi digital untuk mempublikasikan pesantren. Sudah seharusnya pesantren memiliki akun media sosial atau laman khusus yang dikelola untuk menampilkan profil, prestasi, kegiatan pesantren dan publikasi lainnya.
“Publikasi pesantren jangan dianggap sebagai sebuah hal tabu karena misalnya bisa dinilai riya, bukan. Publikasi pesantren itu untuk mendekatkan pesantren dengan masyarakat, sekaligus sebagai bagian dari dakwah pesantren,” tegasnya.
Arahan itu sendiri diberikan berbarengan dengan penyerahan ijazah PKPPS tahun 2025. Sebanyak 1.000 lembar lebih ijazah diserahkan kepada pimpinan PKPPS. (red)






















Users Today : 1053
Users Yesterday : 1382
This Month : 16370
This Year : 16370
Total Users : 898381
Views Today : 2457