PALANGKA RAYA, Borneodaily.co.id – Pondok pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga benteng nilai-nilai luhur bangsa.
Di era keterbukaan informasi dan interaksi lintas budaya, penanaman moderasi beragama menjadi kunci agar santri tumbuh sebagai pribadi yang kokoh dalam akidah, sekaligus toleran terhadap perbedaan.
Hal itu dikatakan Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Kalimantan Tengah, H. Elly Saputra usai menyerahkan ijazah PKPPS secara simbolis pada Rabu (13/8/2025) di Kemenag.
Menurutnya, moderasi beragama mengajarkan santri untuk berpegang teguh pada ajaran agama dengan cara yang bijak, menghargai keragaman, serta menolak segala bentuk ekstremisme dan kekerasan.
“Santri harus menjadi duta kedamaian, bukan hanya di lingkungan pesantren, tapi juga di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain penguatan moderasi beragama, pesantren kini terus berupaya menjadi lingkungan yang ramah anak. Prinsip ini menempatkan santri sebagai subjek yang berhak mendapatkan perlindungan, pembinaan, dan ruang tumbuh yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan fisik maupun verbal. Kementerian Agama mendorong semua pesantren mengintegrasikan nilai moderasi beragama dengan prinsip ramah anak.
“Pesantren yang moderat dan ramah anak bukan hanya menghasilkan santri yang cerdas secara keilmuan, tapi juga matang dalam sikap dan perilaku. Inilah kontribusi nyata pesantren bagi peradaban bangsa,” tegasnya.
Dengan komitmen tersebut, diharapkan setiap santri mampu membawa pesan Islam yang rahmatan lil ‘alamin — menebar kedamaian, memelihara persatuan, dan siap menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat, pungkas H. Elly Saputra. (red)

























Users Today : 288
Users Yesterday : 2006
This Month : 38722
This Year : 205581
Total Users : 1087592
Views Today : 495