Muara Teweh, borneodaily.co.id – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional melalui implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta program prioritas pemerintah pusat.
Bupati Barito Utara Shalahuddin mengatakan pemerintah daerah siap mendukung penuh visi, misi, dan agenda strategis nasional yang tertuang dalam program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Kami tegak lurus mendukung visi, misi, serta program prioritas pemerintah pusat. Seluruh jajaran Pemkab Barito Utara siap mengimplementasikan kebijakan RPJMN secara optimal demi pembangunan yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Shalahuddin usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin.
Dalam kegiatan tersebut, Shalahuddin hadir bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah berjalan efektif.
Menurut dia, Rakornas menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah dalam menyamakan arah kebijakan sekaligus memperkuat koordinasi lintas pemerintahan.
“Kehadiran kami bersama Wakil Bupati merupakan bentuk komitmen agar Barito Utara berjalan searah dengan kebijakan nasional. Rakornas ini menjadi kompas bagi daerah dalam memastikan setiap kebijakan dan penganggaran benar-benar mendukung program prioritas Presiden,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Barito Utara siap mengambil peran aktif dalam memperkuat ekonomi lokal dan memastikan manfaat transformasi pembangunan nasional dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Target kita jelas, Barito Utara harus menjadi bagian dari pencapaian Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Rakornas tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Barito Utara Mery Rukaini beserta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Kegiatan dibuka dengan pengarahan langsung dari Presiden, dilanjutkan pemaparan program strategis nasional oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya pemahaman aparatur pemerintahan, baik pusat maupun daerah, terhadap peran sebagai pelayan masyarakat dan pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan Rakornas dihadiri sebanyak 4.011 peserta, terdiri dari unsur pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Menurut Tito, tahun 2026 menjadi momentum penting sebagai tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025–2029, sehingga diperlukan sinkronisasi langkah yang kuat antara pusat dan daerah agar capaian pembangunan nasional dapat dioptimalkan.(red)























Users Today : 1638
Users Yesterday : 1452
This Month : 16024
This Year : 182883
Total Users : 1064894
Views Today : 4333