PALANGKA RAYA. Borneodaily.co.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Tengah Dr.KH.Khairil Anwar mengatakan tantangan ke depan jajaran MUI baik ditingkat Pemerintah Kabupaten/ Kota maupun Provinsi akan semakin berat. ‘’Selain maraknya penggunaan barang-barang terlarang seperti narkoba, minuman keras, tugas MUI yang cukup berat adalah memelihara dan menjaga kerukunan antar ummat beraga di Kalimantan Tengah dari keberagaman,’’ ungkap Khairil Anwar, dalam sambutannya saat membuka acara Silatuahmi MUI Kalteng dengan Para Tokoh Agama, bertempat di di Aula Hotel Asrama Haji Shafa I Palangka Raya, Kamis (15/12) pagi.
Dalam sambutannya, KH. Khairil Anwar mengatakan bahwa tugas MUI ke depannya tentu akan semakin berat, terutama dalam menjaga moderasi beragama agar jalan yang kita lalui sebagai umat beragama adalah jalan yang lurus. ‘’Tugas kedua adalah menjaga kerukunan ummat dan menjunjung tinggi toleransi kehidupan beragama agar tidak terjadi perselisihan dan perpecahan. Sedangkan yang ketiga lanjut Khairil Anwar adalah menjaga NKRI berdasarkan Pancasila guna menciptakan lingkungan masyarakat yang rukun dan damai.
‘’Saat ini kita mengalami tantangan yang begitu besar, seperti berkembangnya perilaku dan sikap agamis yang ekstrim, perkembangan globalisasi dan tekhnologi yang begitu pesat seperti maraknya pengguna obat-obatan terlarang, narkoba, miras yang tentu saja semua keyakinan dan agama melarang dan menolak hal ini karena hal-hal seperti ini dapat merusak kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat beragama,’’ tandas Khairil Anwar.
Sementara itu Ketua Pelaksana kegiatan ini H. Abdul Wahid AHA dalam laporannya menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman agar semua tokoh ulama serta tokoh masyarakat lebih mengutamakan toleransi dan kebersamaan. Hal ini dilakukan untuk menghindari tindakan ekstrim dalam beragama.
Abdul Wahid berharap untuk kedepannya MUI Kalimantan Tengah akan mengundang lebih banyak peserta, khususnya tokoh-tokoh agama yang ada di seluruh penjuru Kalimantan Tengah serta narasumber dari pihak pemerintahan atau unsur TNI-Polri, sehingga parah tokoh ulama dan tokoh masyarakat yang hadir dapat memahami bagaimana hidup dalam suasana keragaman serta meningkatkan toleransi khususnya di Kalimantan Tengah. (red)






















Users Today : 810
Users Yesterday : 2006
This Month : 39244
This Year : 206103
Total Users : 1088114
Views Today : 1657