PELAIHARI, Borneodaily.co.id – Pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2025, Sabtu (01/11/2025), di Kabupaten Tanah Laut jadi tercoreng akibat ulah panitia.
Pasalnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanah Laut merasa kecewa dan insan pers dilecehkan atas pelayanan panitia Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2025 terhadap mereka.
“Terkait kegiatan Porprov kemaren Alhamdulilah berlangsung sangat baik dan meriah, namun disayangkan kurangnya kesigapan panitia menyambut tamu-tamu,” ujar Hj Marni Ramadani, Minggu (02/11/2025).
Menurut dia, ada beberapa tamu diantaranya, dari KONI Banjarmasin masih kebingunan mencari dimana lokasi tempat duduk karena kurangnya personil yang mengarahkan.
Bahkan, jelas dia, DPRD Tanah Laut, baik itu unsur pimpinan dan anggota semua hadir di acara itu, tidak mendapat tempat duduk.
“Saat kami di lokasi semua kursi sudah terisi penuh oleh organisasi perempuan. Hal ini terjadi mungkin kurang komunikasi dari protokol DPRD dengan Humas acara tersebut,” ucap kader Partai Golkar Tanah Laut.
Namun, sebut anggota legislatif berparas cantik ini, dengan layanan panitia begitu tidak mengurangi semangat para anggota DPRD Tanah Laut.
“Walaupun pelayanan panitia demikian, kami untuk tetap mengikuti kegiatan tersebut sampai selesai,” tandasnya.
Terpisah, Bendahara PWI Tanah Laut Salim Yahya merasa kecewa atas perlakuan panitia Porprov XII Kalsel Tahun 2025.
“Yang sangat miris perlakuan itu adalah, kaos liputan wartawan disamakan dengan relawan. Hal itu membuat wartawan terhambat melakukan peliputan, karena dikira peserta atau panitia sebagai relawan bukan dari pers,” terang wartawan Radar Banjarmasin.
Ditambahkan wartawan Barito Post, Ardian Himageru, pihaknya merasa dilecehkan akibat ulah panitia Porprov XII Kalsel Tahun 2025.
“Masa kami insan pers disamakan dengan relawan. Panitia itu harus tahu insan pers atau relawan. Mereka jadi panitia itu terpelajar karena ada menjabat di eselon dua,” tuturnya.
Saat dikonfirmasi, Ketua Pengurus Besar (PB) Porprov XII Tahun 2025 Ismail Fahmi mengatakan, kalo keluhan dewan masalah tempat duduk itu karena situasi atau cuaca.
“Tempatnya ada tapi karena situasi hujan, sehingga ada beberapa titik yang tidak bisa ditempati karena basah,” terang Sekda Tanah Laut.
Karena lokasinya basah atau tergenang akibat guyuran hujan, tegas dia, sehingga area tempat duduk menjadi berkurang, sebagian undangan berinisiatif untuk mencari tempat terhindar dari air hujan.
“Kami PB minta maaf apabila banyak kekurangan pada saat pelaksanaan dan akan menjadi bahan koreksi perbaikan kami kedepan,” tegas Ismail Fahmi. (toy)

























Users Today : 137
Users Yesterday : 1031
This Month : 8164
This Year : 100650
Total Users : 982661
Views Today : 371