PALANGKA RAYA, BorneoDaily.co.id – Sejumlah pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) di Kota Palangka Raya berharap pandemi covid-19 ini segera berakhir. Apalagi di tengah diberlakukannya Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diperpanjang dari 24 Agustus hingga 6 September 2021.
Salah satu pelaku UMKM Jawet Niang, Sasardi, mengaku selama pandemi covid-19 ini penjualan pruduk kerajinan rotan miliknya menurun sebesar 70 persen, sehingga hanya tersisa 30 persen.
“Selama Pandemi Covid-19 jelas berpengaruh terhadap penjualan, sekarang pruduk yang laku sekitar 30 persen dari saat normalnya,” ungkap Sasardi, Minggu (29/8/2021).
Dijelaskannya, selama pandemi kunjungan pembeli ke galeri berkurang, hal ini diperkirakan akibat enggannya warga keluar rumah dan masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan pokok saja. Maklum saat pandemi ini penghasilan warga diperkirakan menurun.
“Umumnya pembeli yang datang adalah langganan saja dan mereka sudah sering berbelanja,” kata Sasardi.
Meski demikian, pihaknya terus berusaha berinovasi dengan membuat produk yang diperlukan saat ini seperti masker bermotif rotan dan mempromosikan produk melalui media sosial seperti Instagram dan facebook.
“Kami berharap pandemi covid-19 ini segera berakhir, sehingga kehidupan warga bisa normal kembali dan usaha kami berjalan seperti sediakala,” harap Sasardi.
Meskipun masih pandemi Sasardi dan keluarganya tetap mempruduksi kerajinan rotan seperti sumping, topi rotan, tas rotan, dompet, sepatu, tikar dan berbagai kerajinan lainnya.
Diakui Sasardi, selama pandemi sekarang ini pihaknya tetap mendapat suport dari dinas terkait, baik dari Pemko Palangka Raya maupun dari dinas di Pemprov Kalteng.
“Kami bersyukur selama pandemi ini mendapat dukungan dari pemerintah, sehingga usaha kerajinan rotan ini bisa bertahan hingga saat ini,” ucap Sasardi. (hs/red)

























Users Today : 657
Users Yesterday : 704
This Month : 18666
This Year : 185525
Total Users : 1067536
Views Today : 1421