Muara Teweh, borneodaily.co.id – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mendorong modernisasi tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui pelatihan digitalisasi koperasi sebagai langkah memperkuat ekonomi desa dan kelurahan.
Bupati Barito Utara Shalahuddin menegaskan digitalisasi koperasi menjadi kebutuhan penting agar koperasi mampu berkembang lebih profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Pelatihan ini bukan sekadar menjalankan program daerah, tetapi bagian dari amanat nasional. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak swasembada pangan dan hilirisasi produk desa. Hal itu tidak akan tercapai jika koperasi masih dikelola secara konvensional. Digitalisasi adalah keharusan,” kata Shalahuddin melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Barito Utara Eveready Noor saat membuka kegiatan di Muara Teweh, Rabu.
Menurutnya, pelatihan digitalisasi koperasi merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Program tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Barito Utara untuk mewujudkan daerah yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan, khususnya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menguasai teknologi informasi.
“Semangat 11.12 GASPOL menuntut percepatan di seluruh sektor, termasuk penguatan ekonomi desa melalui sistem koperasi yang terintegrasi secara digital,” ujarnya.
Ia menjelaskan digitalisasi akan membantu pengelolaan koperasi menjadi lebih efektif dan efisien, terutama dalam administrasi, pencatatan keuangan, pelayanan anggota, hingga perluasan pemasaran produk koperasi.
Dengan sistem digital, tata kelola koperasi dinilai lebih transparan dan akuntabel, sekaligus meminimalisasi potensi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan.
“Jangan sampai koperasi hanya menjadi formalitas. Koperasi harus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang nyata, mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan membantu menekan angka pengangguran serta kemiskinan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara M. Mastur mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola koperasi dalam menerapkan teknologi digital pada tata kelola organisasi dan usaha.
“Pelatihan ini memberikan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan teknis kepada pengelola KDKMP agar mampu mengelola koperasi secara modern, transparan, efektif, dan efisien,” jelas Mastur.
Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, 10–12 Februari 2026, di Aula SMP Negeri 1 Muara Teweh dengan peserta sebanyak 50 orang yang berasal dari 25 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Barito Utara.
Narasumber kegiatan berasal dari Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara, Dekopinda Barito Utara, serta praktisi teknologi digital.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Barito Utara berharap KDKMP dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi desa yang profesional, berdaya saing, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Red)
























Users Today : 62
Users Yesterday : 1252
This Month : 29513
This Year : 196372
Total Users : 1078383
Views Today : 84