Muara Teweh, borneodaily.co.id – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mempersiapkan pembangunan Workshop Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan tenaga kerja lokal yang kompetitif.
Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan mengatakan pembangunan workshop BLK merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas pembangunan melalui skema unggulan 11–12 Gaspoll.
“Pembangunan Workshop BLK ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM. Kami ingin mencetak tenaga kerja yang memiliki kompetensi menyeluruh, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujar Felix saat meninjau calon lokasi pembangunan di Muara Teweh, Sabtu.
Peninjauan dilakukan di sejumlah alternatif lahan di kawasan Jalan Pendreh, sekitar area Perusahaan Daerah (Perusda). Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara M. Mastur, Kepala Bidang Ketenagakerjaan Ronald Aprianto, Kepala Bidang Aset BPKA Pardos Tigor, serta Kepala BLK Barito Utara Akurnadi.
Menurut Felix, keberadaan workshop BLK nantinya diharapkan menjadi pusat pelatihan kerja yang modern dan adaptif terhadap perkembangan industri, sehingga mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan di Kabupaten Barito Utara.
“Workshop BLK ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pelatihan, tetapi juga pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” katanya.
Dalam proses peninjauan, tim dari Bidang Aset BPKA melakukan identifikasi fisik lahan dengan mengombinasikan pengecekan langsung dan verifikasi melalui peta digital guna memastikan luas, legalitas, serta status aset milik pemerintah daerah.
Selain itu, aspek aksesibilitas dan utilitas pendukung juga menjadi perhatian dalam menentukan lokasi pembangunan.
“Hasil peninjauan ini penting sebagai dasar pemetaan dan penentuan lahan potensial agar pembangunan workshop BLK dapat berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan daerah,” jelas Felix.
Sementara itu, Kepala Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara M. Mastur menyampaikan hasil peninjauan lapangan akan segera dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah bersama BPKA dan Dinas PUPR.
“Hasil peninjauan hari ini akan kami tindak lanjuti melalui rapat koordinasi untuk menentukan langkah percepatan pembangunan fisik Workshop BLK ke tahap berikutnya,” ungkap Mastur.
Pemkab Barito Utara berharap pembangunan workshop BLK dapat segera direalisasikan guna mendukung peningkatan kualitas SDM, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(Red)

























Users Today : 826
Users Yesterday : 723
This Month : 29025
This Year : 195884
Total Users : 1077895
Views Today : 1694