PALANGKA RAYA, Borneodaily.co.id – Pemandangan berbeda terlihat di Bundaran Tudung Saji, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat pada Jumat (15/8/2025). Ratusan santri dengan mengenakan baju putih berkopiah nampak “menyemut” di lokasi itu.
Mereka adalah santri Pondok Pesantren Dar Al Raudhah (Dara). Bermula di bundaran tersebut, para santri mengarak bendera merah putih yang memiliki panjang 100 meter, berjalan kaki menyusuri jalanan menuju pesantren kebanggaan mereka.
Pimpinan Pesantren Dara, KH. Habib Sulaiman Nur Basyaiban mengatakan, pawai merah putih itu menjadi salah satu cara pesantrennya untuk memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia.
Jumlah santri yang ikut serta dalam arak-arakan itu sebanyak 178 orang. Turut berjalan kaki pula sebanyak 45 pengurus pesantren.
“Filosofi jumlah peserta pawai merah putih itu adalah layaknya tanggal kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945,” kata KH. Habib Sulaiman Nur Basyaiban.
Menurutnya, arak-arakan pawai merah putih itu adalah wujud kecintaan terhadap NKRI. Habib Sulaiman Nur Basyaiban berharap kegiatan seperti itu semakin meningkatkan kecintaan santri dan kalangan pesantren terhadap tanah air.
Di sisi lain, dia meminta agar santri dan pengurus pesantren setempat juga menularkan rasa nasionalisme kepada kalangan masyarakat di wilayah yang berjuluk Bumi Marunting Batu Aji itu.
“Mari kita ajak masyarakat untuk menyambut gembira peringatan kemerdekaan Indonesia ini dengan berbagai cara yang bisa dilakukan,” ujarnya. (Red)
























Users Today : 1042
Users Yesterday : 1162
This Month : 25101
This Year : 156653
Total Users : 1038664
Views Today : 3433