Muara Teweh, borneodaily.co.id – Pemerintah Kabupaten Barito Utara meresmikan Taman Wisata Pangku Alam yang berlokasi di Pangkuh Raya, Muara Teweh, sebagai destinasi baru berbasis ekowisata. Kehadiran taman ini diharapkan memperkaya pilihan ruang terbuka hijau sekaligus kawasan rekreasi ramah lingkungan bagi masyarakat.
Dalam sambutan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin yang dibacakan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara, M. Mastur, disampaikan bahwa Taman Wisata Pangku Alam tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi lingkungan dan ruang interaksi sosial yang sehat.
Pembangunan taman tersebut disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan fasilitas publik yang mendukung pelestarian alam sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Selain menjadi tempat rekreasi, Taman Wisata Pangku Alam diharapkan mampu menarik minat wisatawan, menumbuhkan kesadaran lingkungan, serta membuka ruang kreativitas, khususnya bagi generasi muda. Keberadaan taman ini juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM dan sektor pariwisata.
Peresmian taman ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya operasional taman secara penuh untuk masyarakat umum. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pengelolaan yang berkelanjutan agar kawasan ini dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan, penelitian, dan pengembangan wisata berbasis alam.
“Mari kita jaga dan rawat bersama taman ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan hingga generasi mendatang,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Barito Utara, Anissa Cahyawati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghidupkan kembali kawasan Taman Wisata Pangku Alam.
Ia menilai keberhasilan pengembangan taman tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta pelaku usaha. Sinergi tersebut diyakini dapat mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.
Anissa juga menyambut baik konsep pengelolaan taman yang direncanakan buka untuk umum setiap Sabtu dan Minggu pukul 08.00–16.00 WIB. Sementara pada hari kerja, Senin hingga Jumat, kawasan ini akan dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran luar ruang bagi pelajar.
Menurutnya, konsep tersebut merupakan inovasi yang sejalan dengan pengembangan pariwisata edukatif di Barito Utara.
Dengan jarak sekitar 3,5 kilometer dari pusat Kota Muara Teweh, Taman Wisata Pangku Alam menjadi alternatif destinasi wisata baru selain Air Terjun Jantur Doyam Km 18, Bumi Perkemahan Panglima Batur Km 22, dan Bendung Pangkuh Km 24.
Kawasan seluas kurang lebih 10 hektare ini juga dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti musala dan toilet, sehingga menunjang kenyamanan pengunjung.
Pemerintah daerah berharap Taman Wisata Pangku Alam dapat terus berkembang sebagai ruang publik dan pusat aktivitas kreatif masyarakat, khususnya generasi muda, dengan dukungan berkelanjutan dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata daerah.(red)


























Users Today : 342
Users Yesterday : 1452
This Month : 14728
This Year : 181587
Total Users : 1063598
Views Today : 1795